Logo Ringkasan PergiKuliner Logo Ringkasan PergiKuliner

10 Jajanan Tradisional Khas Betawi Asli

List Artikel
17 Juni 2015 | 0 Komentar

Selain menyimpan banyak kebudayaan, ternyata Betawi juga menyimpan banyak jajanan atau cemilan khas yang beraneka ragam. Jajanan khas Betawi banyak terpengaruh oleh kuliner dari Tionghoa, Arab, dan juga Belanda. Hal tersebut mungkin dikarenakan oleh banyaknya pendatang dari negara-negara tersebut saat era penjajahan dulu. Sayangnya, jajanan khas Betawi yang dulu bisa kita temui di berbagai sudut ibu kota Jakarta dengan mudahnya, kini semakin tergerus dengan jajanan modern yang merajalela. Nah, berikut  ini 10 jajanan khas Betawi yang dirangkum oleh PergiKuliner untuk kamu yang lagi kangen sama mereka.



1. Kerak Telor


Sumber: www.jakpost.travel


Jajanan ini masih bisa kamu temui di Kota Tua ataupun saat Pekan Raya Jakarta. Jajanan ini terbuat dari nasi yang dicampur dengan bumbu-bumbu dan telor (bisa telur ayam atau telur bebek). Adonan dikocok lalu dimasak  di atas kuali kecil di atas bara hingga menjadi kerak. Setelah matang, kerak telor ditaburi dengan serundeng dan bawang goreng.



2. Kue Rangi


Sumber: www.aniverdi.blogspot.com


Jajanan ini terbuat dari tepung beras. Adonan tepung beras tersebut dipanggang di atas cetakan berbentuk setengah lingkaran di atas api kecil. Setelah matang, kue diangkat dan dimakan dengan lelehan air gula merah yang berwarna coklat dan pekat. Yummy!



3. Kue Talam


Sumber: www.pinterest.com


Jajanan bercitarasa legit ini terbuat dari tepung beras ketan yang dimasak dengan santan dan gula lalu dikukus. Meski jajanan ini sedikit lengket di tangan, tapi rasanya bisa membuatmu ketagihan lho!



4. Kue Cente Manis


Sumber: www.kaskus.co.id


Kue cente manis adalah jajanan yang dikukus dengan bahan yang terbuat dari tepung hunkwe, santan, gula, dan bulir cente manis alias sagu mutiara. Jajanan ini dibungkus dalam bungkus plastik lalu kemudian dikukus.



5. Kue Pancong


Sumber: www.dapurdeana.blogspot.com


Kue pancong sebenarnya mirip dengan kue rangi, mungkin karena bentuk dan bahan pembuatannya sama. Bedanya, kue rangi dimakan dengan saus gula merah cair yang disiram di atas kue, sedangkan kue pancong dimakan dengan taburan gula pasir di atasnya.



6. Wajik


Sumber: id.wikipedia.com


Wajik, jajanan yang terbuat dari beras ketan ini, biasa ditemui di setiap acara penting masyarakat Betawi seperti perayaan hari raya, seserahan di acara lamaran, dan pernikahan adat Betawi.



7. Kembang Goyang



Sumber: www.iing-belajar.blogspot.com


Kembang goyang merupakan jajanan yang dimasak dengan cara digoreng. Siapkan tepung beras, gula, telur, santan, dan minyak goreng, lalu masukkan adonan ke dalam cetakan berbentuk kembang, kemudian celupkan cetakan tersebut ke dalam minyak panas dan goyang-goyangkan hingga adonan lepas. Nah, jadi tahu kan kenapa namanya kembang goyang?



8. Dodol



Sumber: www.resepmasakankhas.com


Terdapat banyak daerah di Indonesia yang memiliki jajanan yang satu ini. Namun, masing-masing dodol di setiap daerah memiliki rasa khasnya yang berbeda-beda. Dodol Betawi berwarna hitam kecoklatan dengan variasi rasa rasa yang lebih sedikit daripada dodol dari daerah lain. Rasa dodol betawi hanya terdiri dari ketan putih, ketan hitam, dan durian.



9. Biji Ketapang



Sumber: www.bismacenter.ning.com


Kamu pasti udah nggak asing dengan biji ketapang. Kue kering yang digoreng ini biasanya ikut meramaikan suasana saat hari raya tiba. Kelapa parut dan santan yang dicampurkan bersama biji ketapang membuat penganan ini menjadi lebih gurih saat dimakan.



10. Kue Dongkal



Sumber: id.wikipedia.com


Jajanan yang terakhir adalah kue dongkal. Kue ini sudah sangat jarang ditemui. Dongkal terbuat dari tepung yang berasal dari beras yang ditumpuk hingga halus. Tepung ini kemudian diisi dengan gula aren. Lalu, adonan yang sudah jadi tersebut dibentuk seperti tumpeng dan dikukus dengan dilapisi daun pisang.


Gimana? Jadi kangen kan makan jajanan khas Betawi asli ini? Rasanya nggak kalah lho sama jajanan-jajanan kekinian yang sering kamu makan!


Topik artikel ini:
0 Komentar
[ ... ]

Bagaimana ringkasan ini menurut pendapatmu?