Sebagai pecinta dum2, langsung cobain ke sini.
Lumayan bisa duduk di cafenya yang mini, cuma ada 3 meja (lupa foto).
Nyaman sih meskipun kecil, ada colokan, meja kecil, kursi bisa untuk 2 orang.
Seperti biasa yang dipesen thai tea (24k), enak, manisnya pas.
Coba menu lain :
coffee aren latte (24k): kopi susunya lumayan sih, tapi kalo aku kurang kuat kopinya.
Tutup gelasnya bukan yang sealer kayak thai tea, jadi agak susah ngocoknya.
Dibuka deh tutupnya, aduk dengan sedotan.
Bakmi tjap gajah : mie kriting ayam asap sambal grprek (30k) tambah telur (+5k)
Mienya kenyal, enak, disajikan dengan ayam suir, dan sambal geprek.
Pedesnya aman, sambal gepreknya enak.
Rasa cenderung manis, kuraang cocok aja dengan manisnya.
Ada montato juga, tapi gak coba.
Pelayanannya, karena masih baru ya jadi agak bingung gitu.
Harusnya tadi, pesen mienya tanpa telur, eh di notanya harga pake telur.
Begitu protes, jawabnya pake telur dan tanpa telur sama 35k, padahal di menu harganya 30k, kalo tambah telur baru (+5k).
Ya sudah lah, gpp deh..