Foto Profil yudistira ishak abrar

yudistira ishak abrar

2371 Review | 3800 Makasih
Alfa 2021 Level 23
Steak Ramen Chinese Food Dimsum Seafood BBQ Pancake Kopi Bakmi Pizza Pasta Sushi Burger Dessert Bubble Tea
Filter Catatan
Urutkan berdasarkan: Tanggal
  • 4.2  
    Popolamama [ Thamrin, Italia ]

    pizza dan pasta yang nikmat…

    Menjadi salah satu restoran yang lama bertahan di GI, Popolamama sedikit merubah desain interior serta posisi sekaligus furnitur yang digunakan. Tampilannya kini lebih elegan bergaya khas Italia yang kental. Posisi di Sky Bridge lantai 3A membuat restoran ini mendapat sinar matahari yang cukup dari salah satu dinding kaca. Meski sudah beroperasi lebih dari lima tahun, kualitas mereka tetap terjaga baik dari segi pelayanan maupun cita rasa hidangan. Pada kunjungan pertama saya cukup puas dengan beberapa menu yang mereka sajikan. Kini, setelah tahun berlalu saya pun masih mendapatkan performa terbaik dari Popolamama.

    Mini Beef Pepperoni (Rp.52.000,-) pizza ukuran personal ini memiliki adonan tipis yang teksturnya renyah dibagian pinggir dan empuk lembut dibagian tengah. Topping daging khas pepperoni begitu empuk, beda dengan pizza sejenis di tempat lain yang cenderung kering dan renyah. Rasanya gurih, cheezy dan otentik (menurut temen yang pernah berkunjung dan tinggal di Italia). Selain itu sensasi oily yang keluar juga bikin pizza ini jadi lebih pecah dimulut. Saya engga perlu menambahkan apa-apa lagi, baik saus atau apapun, karena emang udah enak aja semuanya.

    Seafood Aglio Olio (Rp.76.000,-) sepiring pasta yang dari aromanya aja udah menggugah selera. Sengaja saya request sedikit lebih pedas, supaya ada sensasi huuh haah nya dimulut. Tekstur pastanya aldente, lembut bertekstur engga kelembekan ataupun belum matang. Bumbu-bumbu khas aglio olio langsung terasa sejak suapan pertama yang datang bersama aneka hidangan laut segar seperti ikan, cumi dan udang yang juicy. Pedes dari irisan cabe oren, asem seger dari perasan lemon, asin gurih dari bumbunya, oily dari minyak zaitun, semua menyatu dengan baik.

    Meatballs Pasta (Rp.89.000,-) pasta dengan saus tomat ini mirip banget spaghetti bolognaise, jadi asem creamy gitu dimulut. Tekstur pastanya pun engga kalah aldente dari aglio olio yang sebelumnya saya habiskan. Bola-bola dagingnya juara sih, berasa banget gurih, empuk dan beda sama bakso karena yang ini kandungan tambahan selain daging jauh lebih sedikit. Apple Fritter (Rp.45.000,-) menu dessert ini jadi mirip pastel tapi diisi potongan apel berkaramel serta kaya akan kayu manis. Untuk isian apelnya masih ada sensasi kres kres pas digigit, manisnya juga pas. Tapi bagian adonan pembungkus yang tebal mirip pastel jadi kurang enak pas dikunyah…

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 4.0  
    Difabis Coffee & Tea [ Sudirman, Minuman ]

    coffee to go di terowongan Stasiun Sudirman…

    Mengisi ruang di walking tunnel Sudirman, Difabis Coffee & Tea hadir berkonsep coffee to go. Dua buah stall minimalis dengan sentuhan warna coklat dan putih berbentuk asimetris, begitu kontras dengan terowongan berlatar mural warna-warni. Sesuai dengan namanya, kedai kopi ini memperkerjakan teman-teman difabel. Meski begitu, mereka sudah sangat siap melayani dengan cepat dan baik. Untuk memesan pengunjung tinggal menunjuk saja menu yang ingin dipilih melalui papan menu yang dipajang di depan. Pengunjung yang ingin belajar bahasa isyarat pun dapat mempelajarinya dengan membaca informasi yang tertera pada standing banner yang mereka pasang.

    Bicara soal harga jangkauannya terbilang murah, mulai dari 10 hingga 15 ribuan rupiah saja. Siang ini saya memesan segelas Kopi Susu Aren seharga Rp.15.000,-. Disajikan didalam papercup bergambar logo Difabis, es kopi susu mereka ini tentunya mengejutkan saya. Engga nyangka rasanya bisa seenak ini. Meski saya mengecap ada nuansa robusta pada base espressonya, tapi engga mengurangi kenikmatannya. Racikan kopi, susu dan gula arennya pas, kentel, creamy, manis dan begitu menyegarkan. Saya yang berjalan di taman halte MRT sambil meminum ini, langsung seger aja gitu…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    1 pembaca berterima kasih.




  • 4.0  
    %Arabica [ SCBD, Kafe ]

    enak tapi kemahalan…

    %Arabica merupakan jaringan kedai kopi asal Kyoto, Jepang. Mulai debut pada September 2014, kini mereka telah tersebar di 16 negara dengan total store lebih dari 80 unit. Di Jakarta sendiri gerainya sudah ada dua, pertama di Central Park dan kedua di Ashta District 8. Meski bukan tenant baru lagi, tapi outlet mereka yang berada di Ashta District 8 masih saja ramai, bahkan sampai harus antre beberapa saat. Untuk areanya dipoles dengan warna serba putih dengan barisan ornamen berupa karung-karung kopi. Barista area, kasir dan pick up area berhadapan langsung dengan bangku pengunjung yang dibuat berjarak satu sama lain.

    Rekomendasi salah seorang staf yang melayani saya adalah Spanish Late (Rp.53.000,-) akhirnya saya cobain dengan cara penyajian panas berhias latte art. Kopi susu ini tampil memukau. Karakter kopi arabica yang didominasi oleh acidity sehingga terasa asam menyegarkan langsung menyentuh indera pengecap saya begitu lembut. Pemilihan susu yang sesuai pun menjadi faktor penentu betapa nikmatnya minuman ini. Entah mereka meraciknya dengan komponen tambahan apa lagi, hingga rasanya seperti ada manis-manisnya. Jenis latte yang unik dan baru pertama kali saya sesap.

    Saran kedua yang juga saya dengarkan yaitu Dark Latte (Rp.65.000,-) minuman ini merupakan mocha latte versi %Arabica. Perpaduan kokoa, susu dan espresso yang sempurna berhasil mereka sajikan dengan baik. Entah kenapa rasanya sangat konsisten, meski es didalamnya mulai mencair. Jati diri coklat pekat dipertemukan dengan kopi serta susu, membuat minuman ini terasa tak menjemukan. Meski mereka mampu menyajikan rasa yang sangat nikmat dan berkualitas, tapi jika dibanding dengan harganya, menurut saya masih kemahalan. 40-50 an mungkin masih oke…

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 4.4  
    Baker Man [ SCBD, Kafe ]

    pantesan antre…

    Antusiasme pengunjung akan Baker Man masih berlanjut hingga saat saya mampir di suatu siang di akhir pekan awal Juni kemarin. Tiba di jam makan siang, saya pun harus rela menunggu beberapa saat untuk mendapat bangku karena memang sudah penuh kala itu. Antrean pembeli untuk dibawa pulang bahkan lebih panjang sampai mengular. Sekitar 15 menitan saya baru dihubungi salah seorang staf yang memberitahukan bahwa bangku saya sudah siap.

    Soal desain interior saya tidak bisa membahas dengan rinci, namun yang pasti tampilannya begitu modern dengan beberapa ornamen ruang yang artistik. Beruntung saya kebagian duduk di kursi berlapis jok di salah satu sudut ruang, jadi meskipun suasana ramai tapi tak berpengaruh dengan area tempat dimana saya duduk. Dari segi pelayanan mereka sudah siap. Berbagai macam keinginan pengunjung dengan segera mereka atasi tanpa harus menunggu lama.

    Buttermilk Fried Chicken & Croffle (Rp.95.000,-) penasaran dengan croffle mereka, saya pun terpuaskan karena rasanya melebihi ekspektasi. Tekstur, aroma dan rasa, tampil memukau. Untuk ayam gorengnya sendiri besar, jadi mengingatkan saya pada menu restoran fastfood sultan di bilangan Senopati, karena hampir mirip. Burnt butter maple syrup mereka begitu creamy dan terasa manis, kontras dengan burnt onion ranch sauce yang gurih mirip saus tartar. Penyuka sajian gurih dengan sedikit sentuhan manis pasti bakalan jatuh hati.

    Egg Sandwich (Rp.75.000,-) alih-alih menyajikan setangkap roti tawar berisi telur, Baker Man justru membuat menu ini jadi seperti burger. Warna roti bun nya begitu seksi kecoklatan mengkilap. Isian telur bersiram saus keju dan mayones terasa lembut, gurih dan tidak bau amis. Irisan bawang bombay panggang berkaramel alami, memberi sedikit rasa manis yang menyenangkan. Kentang goreng sebagai pelengkap hadir sangat renyah meskipun agak oily dibeberapa bagian.

    Choco Lava Croissant (Rp.30.000,-) sekarang saya tahu kenapa mereka yang datang rela antre hanya untuk membeli roti. Ternyata memang roti-roti yang ada disini sebegitu enaknya, tak terkecuali Choco Lava Croissant yang saya pesan ini. Croissant dengan siraman cokelat dibagian atas serta isian olahan Nutella yang melimpah ruah sampai tumpah-tumpah, otomatis bikin saya bahagia menyantapnya. Tekstur croissant nya begitu lembut, terasa butternya. Paduan cokelat baik topping maupun filling, juara banget, no debat. SUPER RECOMMENDED.

    Matcha Latte (Rp.45.000,-) minuman teh hijau dengan karakter milky ini begitu kental. Rasanya begitu lembut, sedikit pekat, gurih susu dan manis. Salah satu matcha latte terbaik yang pernah saya coba selama ini. Lemongrass Ginger (Rp.40.000,-) minuman hangat ini mungkin akan lebih memikat kalau diberi tambahan madu. Karena karakter irisan serehnya masih sangat kentara dilidah, sampai aroma mentahnya menguar dan terhirup. Posisi jahe pun tidak mampu tampil dengan maksimal, jadi kurang terasa sensasi hangat menyegarkannya…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 4.0  
    Abuba Steak [ Senopati, Barat ]

    non daging sapinya enak-enak…

    Tergolong ke dalam restoran steak dengan harga terjangkau tapi rasa yang serius, Abuba Steak masih jadi salah satu favorit saya. Secara representasi tempat, pelayanan dan cita rasa semuanya menampilkan sesuatu yang bisa dibilang tidak mengecewakan. Kebetulan siang ini saya habis vaksin di daerah Semanggi, jadi sekalian mampir dulu buat makan siang supaya kondisi badan tetap fit.

    Buttered Dory Fish Spicy (Rp.67.000,-) disajikan bersama sayuran, mashed potato dan saus tartar. Tersaji masih panas, hidangan ini porsinya gede banget. Kalau di resto khusus penyaji fish n chip kaya gini sih harganya bisa jauh lebih mahal. Selimut ikannya renyah dengan sentuhan sedikit pedas dan bercitarasa asin gurih. Tekstur ikannya lembut dan engga meninggalkan after taste di langit-langit mulut ataupun lidah. Saus tartar nya kentel, lembut dan beraroma bawang bombay yang nikmat.

    Saya pesan Crilled Chicken Steak (Rp.65.000,-) disajikan bersama sayuran, mashed potato dan saus jamur. Ukuran ayamnya tidak begitu besar, tapi kondimen lainnya mengenyangkan. Tekstur ayam empuk, aroma smokey kentara, siraman saus jamurnya creamy dan gurih. Sayurannya segar, bukan kalengan. Kentang tumbuknya juga pulen, meski bukan jenis yang lembut banget. Guava Juice (Rp.25.000,-) Orange Juice (Rp.25.000,-) kedua minuman jus ini cukup kentel, dan menyegarkan. Meski ada tambahan gula sebagai pemanis, tapi rasanya engga sampe yang kemanisan.

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 3.0  
    McDonald's [ Tebet ]

    BTS Meal…

    Yang lagi viral nih! Apalagi kalo bukan BTS Meal dari McDonalds. Belinya kudu pake aplikasi ojek daring ataupun belanja daring. Nah BTS Meal terdiri dari sembilan potong nuget ayam, kentang goreng kemasan medium, minuman kola gelas medium, saus cajun, dan sweet chili. Bungkusnya serba ungu ngepink gitu lah. Sebenernya sih nugget ataupun kentang nya ya biasa aja, tapi sausnya nih yang beda. Saus cajun mirip dressing salad gitu, jadi rasanya kaya paduan mustard sama mayones. Kalo sweet chili sih lebih ke saus manis asem dan ga ada pedes-pedesnya sama sekali. Worth it ga sih? Menurut saya sih B aja. Kesian abang-abang ojek daringnnya…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 3.8  
    Fleudelys [ SCBD, Kafe ]

    kafe di kantor polisi…

    Setelah sukses mengawali bisnis kuliner dengan konsep restoran pada 2017 di Kota Wisata Cibubur dan Bandara Soetta, serta konsep catering pada awal tahun 2020 lalu, kini Fleudelys membuka gerai baru di kantor polisi tepatnya di Polda Metro Jaya dengan nama Fleudelys Metro Cafe & Resto. Memilih posisi cukup strategis, yaitu di halaman depan tak jauh dari pintu masuk Gatot Subroto, kafe ini dibuat simple dengan bentuk seperti kubus berlapis cat abu-abu serta artifisial floral pada atap dan bagian tengahnya.

    Terdapat dua akses pintu masuk yaitu pada sisi selatan dan barat. Gedung ini terdiri dari dua lantai dimana pada lantai bawah khusus non smoking, sedangkan untuk area smoking berada di lantai atas. Selain itu juga mereka menyediakan ruang VIP dan ruang rapat di lantai dua. Saat datang sang pegawai menyambut saya dengan ramah. Saya pun memilih untuk duduk di salah satu kursi di lantai bawah yang menempel jendela yang memperlihatkan suasana di luar bangunan.

    Karena tiba pukul 08.00 dan mereka sudah beroperasi, jadi saya memesan secangkir Cappuccino (Rp.35.000,-) untuk menemani pagi ini. Tersaji dengan hiasan latte art berbentuk hati, minuman perpaduan antara espresso dengan steam milk ini memiliki karakter kopi yang bitter. Kalau tak salah ecap, tampaknya mereka menggunakan beans robusta atau kalaupun campuran pasti kandungan robustanya lebih dominan. Posisi susu paling tidak membantu memberi rasa gurih serta milky saat diseruput.

    Sepotong kue Brownies (Rp.15.000,-) berukuran sedang menjadi kudapan manis yang saya pilih sebagai teman ngopi. Mengingat harganya yang tidak begitu mahal, kue ini worth it untuk dipesan. Teksturnya padat tapi tetap empuk dan fudgy. Tersaji hangat karena dimasukan kedalam mesin penghangat sesaat sebelum disajikan, membuat beberapa bagian cokelat jadi sedikit leleh. Isian chocochip nya banyak, bahkan ada beberapa bongkahan cokelat didalamnya.

    Karena konsep mereka adalah kafe dan resto jadi terdapat pilihan menu minuman lain selain kopi. Saya pun mencoba salah satu minuman jus mereka yaitu Avocado Juice (Rp.35.000,-) teksturnya begitu kental, alpukatnya tidak pahit, susu kental manis rasa cokelat memberi sentuhan manis yang menyenangkan. Barisan menu makanan berat pun siap untuk memenuhi keinginan pengunjung yang hendak sarapan atau makan siang…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 4.4  
    Emily Coffee Society [ Pancoran Mas, Kafe ]

    second visit, and i love it…

    Mampir ke Emily Coffee Society part 2 cek! Kali ini akhirnya bisa menikmati suasana dalam ruangan, karena sore ini saya datang bertiga alias sudah memenuhi kriteria minimal kedatangan supaya dapat menduduki meja indoor. Soal suasana dan pelayanan sih masih semenarik pada kunjungan perdana. Tamu-tamu pun masih berdatangan silih berganti. Paling ada dua hal yang menurut saya perlu improvement. Pertama lokasi toilet supaya mudah diakses, sebaiknya diberi lorong melalui ruang indoor dari pada harus berputar melalui teras samping menuju ke halaman belakang. Kedua space untuk ruang sholat, supaya makin lengkap lagi fasilitasnya.

    Kunjungan kedua ini saya langsung memilih menu andalan lain dari mereka yang diberi nama The Alter Ego (Rp.40.000,-) masih meracik espresso dengan tambahan komponen lain, The Alter Ego ini terlihat keren menampilkan lapisan krim putih dibagian atas serta lapisan espresso kecokelatan dibagian bawah. Cara menikmatinya jangan diaduk, kata mba sang peracik minuman, supaya kontras saat diseruput antara krim dengan kopinya. Rasanya unik, ada creamy, ada acidity yang bercampur sentuhan manis yang begitu menyenangkan.

    Selain itu saya juga nyicipin menu mocktail yang dikasih nama Miss The Misery (Rp.35.000,-) tampil anggun berwarna ungu dengan hiasan seiris jeruk lemon kering dalam cocktail glass. Rasanya manis, perpaduan antara beberapa jenis sirup rasa buah yang menyegarkan dan beraroma. And the last but not the least, saya juga nyobain Charcoal (Rp.40.000,-) dalam tampilan monokrom yang kentel banget kelihatannya. Pas diseruput rasanya tuh langsung lumer dimulut. Kandungan susu memainkan peran yang kuat, baru diikuti nuansa charcoal yang bitter, gurih dan manis.

    Triple Cheese Danish (Rp.35.000,-) sepotong pastry berlapis-lapis berbentuk memanjang dengan isian keju. Teksturnya renyah diluar empuk dan lembut didalam. Adonannya buttery, jadi tidak begitu kasar saat dikunyah seperti roti sejenis di tempat lain. Kejunya tidak begitu asin, justru lebih ke manis tapi engga sampe kemanisan. So far saya suka sama konsep yang Emily Coffee Society suguhkan. Kedai-kedai kopi memang sudah cukup menjamur di Depok, tapi Emily mampu menjadi salah satu dari sedikit coffeeshop disini yang tampil memukau dan layak bersaing dengan kafe-kafe di ibukota, baik dari segi rasa, pelayanan maupun penampilan…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 4.4  
    Coffeeright [ Gunung Putri, Kafe ]

    kafe taman terbuka estetik, cek…

    Sejak kehadiran pertamanya di pertengahan tahun 2016 yang kala itu mengisi salah satu unit ruko di Citra Grand, Cibubur, saya langsung suka dengan Coffeeright. Meski saat itu mereka masih mencari jati diri dari segi rasa, seiring berjalannya waktu performa Coffeeright tak perlu diragukan lagi. Konsep menarik, suasana kafe yang nyaman, menu variatif, menjadi beberapa alasan saya beberapa kali mampir kembali.

    Dan dikunjungan saya yang terakhir ini, mereka telah memiliki gerai baru yang berada di area Marketing Lounge Podomoro Golf View, perbatasan Cimanggis dengan Gunung Putri. Konsep kafe area terbuka dengan tiga unit rumah kaca, sukses membuat saya tak berhenti mengambil gambar melalui ponsel karena memang seasyik, seseru dan se-estetik itu. Beneran deh, ga bohong.

    Halaman luas disamping gedung kantor marketing perumahan dengan banyak pepohonan rindang aneka bentuk, kontras dengan desain eksterior modern minimalis. Jadi kaya taman-taman di daerah Sudirman, Jakarta itu lah. Saya yang mampir sepagi ini di akhir pekan, masih kalah cepat dengan pengunjung lain. Tapi walaupun ramai saya tidak khawatir karena jarak antar tamu sangat berjauhan, apalagi konsepnya juga outdoor.

    Meski barisan menu makanan berat beragam tapi yang tersedia kali ini hanya beberapa saja dan itu pun harus menunggu sejam lebih. Karena saya juga lagi engga begitu laper dan ingin berlama-lama disini jadi ya engga masalah kalau harus menunggu lama. Hanya memang untuk tamu lain mungkin ada yang engga bisa mentolerir itu, jadi saran saya sebaiknya harus dipersiapkan lagi soal ketersediaan bahan, pemrosesan dan yang mengerjakan hidangan agar mereka yang memesan tak harus menunggu lama.

    Saya pun memesan Nasi Goreng Gila (Rp.40.000,-) dan Mie Goreng (Rp.30.000,-) berbeda dengan di gerai lain, disini kedua menu disajikan dalam wadah paperbowl. Nasi goreng tidak menggunakan banyak kecap, jadi rasanya dominan gurih dengan sentuhan sedikit manis. Mie goreng justru tampil lebih menggiurkan dengan isian yang melimpah, ada telur orak arik, sosis, bakso dan smoked beef. Rasanya juga lebih kompleks, pedes cabe serta lada, manis dan gurih jadi satu dalam tiap suapan. Ajib bener deh.

    Untuk menu pastry ataupun cake mereka cukup siap karena sudah tersedia dan dipajang di lemari display. Saya tergoda memesan Choco Nutella Cake (Rp.35.000,-) sepotong kue berlapis-lapis cokelat ini diberi garnish semacam kukis mirip donat berukuran mini, gemes banget ngeliatnya. Softcake, choco mousse dan choco ganache meledakan sensasi manis yang menyenangkan dimulut. Teksturnya lembut dengan aroma Nutella yang khas. Habis pedas terbitlah manis.

    Guillermo (Rp.35.000,-) minuman ini merupakan hasil racikan antara espresso, sprite dengan lemon. Jadi udah pasti rasanya nyegerin banget. Kejutan ledakan sodanya lembut dimulut, hadir bareng nuansa pekat dari espresso dan sedikit manis dari tambahan gula. Mint Latte (Rp.38.000,-) segelas kopi susu dengan sirup mint berwarna hijau. Gramasi yang tepat, membuat latte ini terasa creamy kaya akan sensasi mint yang dingin…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 3.8  
    BMK (Baso Malang Karapitan) [ Beji, Indonesia ]

    bakso Malang kelas mall…

    Menurut sejarah yang saya kutip dari internet, bakso berasal dari Tionghoa. Penamaan bakso sendiri berarti daging giling. Kalau di daerah asalnya, daging pembuatan bakso berasal dari daging babi bukan sapi seperti yang sering kita jumpai disini. Di Indonesia bakso sudah sebegitu membumi. Bola-bola daging berkuah kaldu ini sudah mengalami berbagai macam variasi serta inovasi. Ada bakso campur iga, isi telur, berkuah sambal sampai ke yang berukuran raksasa ataupun ada juga yang sampe bisa beranak.

    Bicara soal bakso, kalo untuk kelas mall salah satu yang sering dijumpai adalah BMK, Bakso Malang Karapitan. Saya pun tertarik untuk mampir ke gerai mereka yang berada di lantai 1 D’Mall. Gaya desainnya unik, jadi seating area bergaya terbuka dengan bentuk pembatas ruang seperti ujung anak panah, sehingga tampak modern nan futuristik. Kasirnya berada memisahkan diri, bersebelahan dengan dapur tertutup. Mereka menyediakan welcome snack berupa kerupuk pedes yang bebas diambil sendiri oleh para pengunjung. Rasanya enak, renyah dan pedesnya engga gitu terasa.

    Saya kepincut sama menu yang fotonya nangkring di meja kasir bernama Bakso Malang Istimewa (Rp.32.000,-) sesuai dengan namanya, isian baksonya begitu istimewa. Ada bakso halus, bakso urat, bakso gepeng, tahu bakso, tahu somay, bakso goreng, pangsit goreng, keripik pangsit dan mie bihun. Kuah originalnya cukup gurih dengan aroma serta rasa kaldu yang lumayan nendang. Bakso-baksonya lembut berasa daging berkualitas. Tahu-tahunya juga enak. Tapi untuk keripik pangsitnya kaya bantet gitu, meski masih kriuk tapi akan lebih oke kalo sedikit mengembang. Ini sih bakso kelas mall yang higienis.

    Selain bakso, BMK juga punya menu lain berbahan dasar bakmi, salah satunya Yamin Manis Ayam Bakso Keju (Rp.30.000,-) mi manis ini disajikan bersama potongan ayam, sayur dan bakso isi keju dalam wadah mangkuk terpisah. Tekstur mie kenyal dan lembut, hampir ga ada masalah dengan itu. Tapi untuk rasanya saya kurang suka, karakter manis gurihnya kurang ngeblend. Bakso kejunya enak banget, isinya gurih sekali, cheezy dan cocok sama karakter dagingnya. Supaya seger abis makan bakso, mesen minumnya Ice Lemon Tea (Rp.17.000,-) tenggorokan langsung nyes pas nyeruput si manis asem ini…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    1 pembaca berterima kasih.