Foto Profil yudistira ishak abrar

yudistira ishak abrar

2512 Review | 4053 Makasih
Alfa 2021 Level 23
Steak Ramen Chinese Food Dimsum Seafood BBQ Pancake Kopi Bakmi Pizza Pasta Sushi Burger Dessert Bubble Tea
Filter Catatan
Urutkan berdasarkan: Tanggal
  • 4.2  
    Purple House Mama AL [ Fatmawati, Kafe ]

    rumah ungu yang unyu…

    Purple House Mama Al ini bisa jadi sebagai terminalnya para pecinta ungu. Tampak depannya sudah memperlihatkan betapa ungunya mereka. Interior dipenuhi aneka bunga ragam bentuk juga warna, balon yang dibiarkan melayang dilangit-langit, potongan jendela yang memantulkan cermin dan segala perabot yang didominasi oleh warna ungu. Standing poster berbentuk 2 personil BTS, jangan tanya saya siapa namanya karena saya bukan army, yang cukup menarik perhatian terutama bagi mereka cewek-cewek penyuka K-Pop.

    Warna ungu bukan hanya tertuang dalam interior saja, tapi juga sampai ke beberapa menu mereka seperti Spaghetti Carbonara (Rp.55.000,-) Lychee Tea (Rp.25.000,-) dan Pudding (Rp.35.000,-) yang saya pesan. Pastanya cukup creamy, gurih dan beraroma smokey. Bagin terenaknya terletak pada saus asam segar yang mungkin terbuat dari paduan vinegar. Pudding mereka juga sangat lembut, manisnya pas, milky dan bercita rasa taro. Teh leci nya juga segar, permainan warna bunga telang membuatnya tampak menarik…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    1 pembaca berterima kasih.




  • 4.0  
    Kopi Toko Djawa [ Braga, Kafe ]

    es kopsus nya enak…

    Maen ke daerah Braga saat akhir pekan, apalagi malem Minggu, udah paling bener dengan berjalan kaki. Selain ga bingung cari parkir pas mau berhenti buat nongkrong di suatu tempat, perjalanan pun jadi lebih mudah dan cepat ketimbang bawa kendaraan apalagi mobil. Daya tariknya sepanjang jalan dihuni beragam destinasi kuliner di sisi kanan kiri, termasuk kedai kopi. Salah satu yang udah jadi inceran saya adalah Kopi Toko Djawa yang sebenarnya udah hadir di Jakarta.

    Mendiami sebuah bangunan tua dua lantai, Kopi Toko Djawa tampak klasik ditambah ornamen ruang yang menunjang penampilan jadi semakin antik nan nyentrik. Lantai bawah dan atas semuanya tanpa pendingin udara, tapi saya juga kurang paham apakah areanya diperbolehkan untuk merokok atau tidak. Meja kursinya begitu beragam, jadi tidak monoton. Malam ini saya memesan Es Kopi Toko Djawa. Rasanya seger, manis, creamy dan enak buat diseruput…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    1 pembaca berterima kasih.




  • 4.0  
    Kabobs [ Beji, Arab/Timur Tengah ]

    cara elegan makan kebab…

    Kalau melihat sejarahnya, sebenarnya kebab bukan berasal dari Turki. Karena sebuah artikel menyebutkan bahwa kebab semula muncul di Persia atau sekarang lebih dikenal dengan nama Iran, sebuah negara di kawasan Timur Tengah. Kenapa orang-orang lebih mengenal Turki sebagai daerah kebab berasal karena makanan ini dipopulerkan oleh tentara Turki ke seluruh dunia pada abad ke 16. Nama kebab sendiri diambil dari diksi Persia, kabab, yang berarti makanan yang ditusuk dan dipanggang.

    Di Indonesia menu ini lebih dikenal sebagai jajanan pinggir jalan. Sejumlah merk telah mempopulerkannya hingga menjadi santapan yang tak asing lagi bagi lidah warga lokal. Tapi kali ini saya mencoba sebuah tempat makan kebab baru yang hadir di dalam mall bernama Kabobs. Berlokasi di lantai paling atas D’Mall, mereka mengisi sebuah area diantara foodcourt dengan bioskop CGV. Konsepnya tampak modern. Tempat duduk pun tersedia untuk makan langsung atau sekedar menunggu pesanan dibuat. Sistemnya seperti restoran cepat saji, pengunjung memesan di kasir lalu mengambil menu pesanannya sendiri.

    Paket Kenyang (Rp.58.000,-) terdiri dari Triple Cheese Kebab, French Fries dan Ice Brown Sugar Latte. Ga nyangka kebab yang dikemas dalam kardus kotak panjang ini ukurannya ga becanda. Kemasannya pun akan mempermudah menikmati kebab hingga akhir gigitan karena menggunakan fitur yang dapat mengeluarkan bagian bawah sedikit demi sedikit jadi lebih gampang. Dijamin tangan ga akan belepotan dan isian kebab pun ga akan berecetan kemana-mana.

    Kulit kebab atau tortilla-nya enak, matang dengan baik dan teksturnya lembut. Isian daging kebabnya juara, empuk, kaya bumbu rempah khas Timur Tengah dan melimpah ruah. Ditambah lagi ada siraman saus keju yang creamy serta keju mozarella yang meleleh, memberi sensasi cheezy yang ngeblend kedalam kebab. Plus irisan sayuran menambah kesan segar serta membuatnya jadi seimbang karena engga melulu rasa bumbu yang medok dan keju aja. Ga nyangka aja kalo rasanya bakalan seenak ini.

    Kentang gorengnya juga enak, pulen, empuk dan berbumbu asin gurih. Kalau es kopi susu gula arennya masih bisa dinaikin lagi kualitasnya. Meski base espresso nya menggunakan mesin peracik kopi, tapi sensasi rasanya masih mirip dengan kopi-kopi kemasan yang biasa. Padahal kalo dilihat dari segi harga hampir sama dengan harga rata-rata minuman sejenis di tempat lain yang mampu menyuguhkan rasa yang lebih baik. Tapi balik lagi, karena mereka emang khusus ngejual kebab, jadi ya saya tetep puas lah makan kebab disini…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 3.6  
    Siliwangi Social Space [ Sawangan, Kafe ]

    spacious backyard…

    Siliwangi Social Space

    Entah apa yang bisa membuat saya tiba-tiba datang sepagi ini ke Siliwangi Social Space. Mungkin karena sempat tersihir oleh foto suasanya di linimasa Instagram yang sempat wara-wiri beberapa waktu lalu. Sengaja datang pagi agar mendapatkan gambar tempat kosong tanpa penampakan pengunjung lain. Rencana sayapun berhasil, jangankan pengunjung, malahan beberapa pegawai disana masih kalah cepat sampainya sama saya. Bahkan posisi pagar halaman depan masih belum sepenuhnya terbuka.

    Dari depan yang terlihat hanyalah bangunan melebar warna krem polos tanpa ornamen apa-apa. Tapi akses masuknya yang berbentuk setengah lingkaran dengan nama Siliwangi diatasnya lah yang membuat coffeeshop ini tampak unik. Kafe ini didominasi oleh ruang terbuka di halaman belakang, sebuah pohon cempedak menjadi atap alami ditemani beberapa tanaman hias sebagai ornamen yang senada. Perpaduan meja kursi bermaterial kayu serta tempat duduk semen beralas kerikil tampak serasi dan menimbulkan kesan estetik.

    Karena masih baru buka, jadi pilihan menunya terbatas. Akhirnya saya pun memesan Ice Chocolate (Rp.25.000,-) dan Croissant (Rp.20.000,-) es cokelatnya lumayan enak, berasa manis dan susunya. Sayang croissant nya gagal menurut saya. Selain penampakannya yang engga tempting, teksturnya juga salah banget, karena kering cenderung keras dan engga ada sensasi chewy sama sekali. Lelehan saus cokelat dan potongan almond diatasnya pun engga terasa spesial. Untuk tempat lumayan oke, tapi dari segi rasa masih perlu di upgrade lagi…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 4.4  
    Meidinabakes [ Beji, Toko Kue,Kafe ]

    amazing hidden cakeshop…

    Bagai oase di tengah padang pasir, Meidinabakes hadir di daerah perkampungan Beji Timur, tepatnya di Jalan Taufiqurrahman nomor 51, Beji, Depok. Karena di sekitarnya hanyalah kawasan pemukiman dengan warung-warung kelontong pinggir jalan, jadi keberadaannya sangatlah menarik. Tempatnya mudah dikenali karena tampil eyecatching dengan bangunan modern minimalis berwarna biru. Kusen jendela kotak-kotak besar bermaterial baja ringan yang senada dengan pintu masuk, memperkuat kesan masa kini sekaligus menampilkan interior dalam ruangan dari luar.

    Kalau mau duduk-duduk santai sambil ditemani angin sepoi-sepoi, bisa memilih kursi di area teras depan yang beratapkan kanopi putih. Tapi kalau mau duduk di ruangan yang berpendingin udara pun juga bisa, karena di dalam terdapat meja kursi simple beralaskan lantai motif yang cantik nan estetik senada dengan ornamen ruang berupa lukisan bertema floral dan beberapa buket bunga. Disini juga terdapat rak-rak berisi keranjang roti, kue-kue kering dan cemilan. Di meja kasir pun terdapat lemari pajangan aneka kue menggemaskan baik dari segi ukuran maupun bentuk serta warnanya.

    Tak hanya tempatnya yang menarik, Meidinabakes juga diawaki pegawai-pegawai ramah yang siap melayani dengan beragam informasi mengenai menu yang tersedia. Mereka juga sangat komunikatif dan bersahabat, jadi ditemani ngobrolpun kami tidak merasa canggung. Kebetulan saat mampir mereka menawarkan program pairing cake and coffee, jadi kami disuguhi kopi seduh manual sambil diberi penjelasan tahap demi tahap penyeduhan hingga tersaji serta karakter beberapa jenis kue yang disediakan agar sesuai rasanya saat dinikmati secara bersamaan.

    Saat saya membaui secangkir kopi yang mereka sajikan, aromanya cukup menyegarkan. Biji kopi asal daerah Toraja ini menguarkan aroma melati dan cokelat. Rasanya cukup kuat, fruity serta acidity-nya begitu tebal. Ada tiga jenis cheesecake imut-imut yang menemani ngopi sore ini, ada Oreo Red Velvet Cheesecake, Strawberry Cheesecake dan Meringue Cheesecake. Basic crumbs nya renyah, basah dan buttery. Lapisan krim kejunya lembut. Strawberry Cheesecake menjadi kue paling balance karena ada tambahan sensasi manis asam khas selai strawberry.

    Oreo Red Velvet Cheesecake tampil elegan berwarna merah marun serta berhias potongan oreo dan krim. Rasanya begitu unik dengan aroma biskuit yang khas. Meringue Cheesecake menjadi kue paling manis diantara yang lain. Lapisan krim sebagai pugasan begitu lembut dengan tampilan cokelat seksi hasil pembakaran dibagian atasnya. Selain itu juga ada Sacher Torte yaitu kue khas Austria yang berisi olahan buah aprikot. Rasa cokelatnya milky, manis dan creamy. Tekstur kuenya lembut meski terasa padat. Olahan aprikot menyuguhkan rasa manis menyegarkan yang membuat kue ini jadi seimbang.

    Macaron disini pun tampil catchy dengan warna toska. Teksturnya renyah, manisnya pas, isian krim didalamnya super lembut dan enak. Apalagi ada selai blueberry dan strawberry didalamnya, jadi memadukan rasa asem seger yang kontras. Selain aneka cake, disini pun tersedia beberapa jenis roti. Saya cobain Cinnamon Roll dan Roti Srikaya. Keduanya begitu empuk saat digigit. Manisnya pas, rasanya pun begitu khas baik yang kayu manis maupun srikaya. And the last but not the least, mereka punya Cheese Stick yang enak parah. Dikemas dalam toples, cheese stick disini begitu renyah dan keju banget, beneran secheezy itu. Pecah…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 4.0  
    Sushi Hiro [ Senopati, Jepang ]

    interiornya unik, sushinya enak…

    Kawasan Senopati, khususnya di Jalan Suryo, kini bisa diplesetin menjadi sushipati. Soalnya hampir setengah restoran yang berada di bilangan ini merupakan restoran yang menjadikan sushi sebagai menu utama. Seperti salah satunya adalah Sushi Hiro. Bangunannya tampak unik dan estetik. Akses masuk kedalam berupa lorong kecil disisi paling kanan halaman depan diapit oleh dinding tinggi bergaya desain minimalis. I really love this spot.

    Didalam suasananya sangat ramai, maklum saya tiba pas jam makan siang. Nuansa Jepang cukup terasa didalam. Interior didominasi oleh material kayu. Desain dibuat dengan dua gaya, ada sisi khas bar Jepang dan sisi modern nan estetik. Sebuah replika pohon yang bertengger ditengah ruangan serta langit-langit tinggi yang seluruhnya berhias bunga berwarna putih, benar-benar membuat saya tak bosan memandanginya.

    Walau tempatnya estetik, tapi saya merasa kurang nyaman untuk duduk berlama-lama. Tapi ya memang rata-rata hampir semua restoran sushi bukan untuk dijadikan sebagai tempat nongkrong juga sih. Sementara kalau dari segi pelayanan ga usah diragukan, pegawai disini begitu profesional, cepat, tanggap dan informatif. Satu yang kurang menurut saya disini, yaitu mereka tidak menyediakan ruang sholat.

    Hiro Aburi Sushi (Rp.120.000,-) disajikan didalam wadah kayu berbentuk tangga, menu ini terdiri dari aburi salmon, aburi salmon belly, aburi ika, aburi beef, aburi hotate dan tamago. Semua sushinya setengah dibakar, jadi engga sepenuhnya matang. Kualitas ikan disini baik, terasa segar, tidak anyir, dan legit saat digigit. Nasinya juga enak, pulen, sticky dan berbumbu pas. Saya paling suka salmon. Untuk tamago nya juga enak, ada sensasi rasa umami yang mantep selain rasa manis dan gurih tentunya.

    Hiro Aburi Sashimi (Rp.130.000,-) masih dengan bentuk tangga, sajian boga bahari ini berisi dari salmon, ika, salmon belly, kanpachi, hotate dan tamago. Saya sih sebenernya pengen menikmati potongan ikan mentah, tapi ternyata mereka menyajikannya dengan setengah dibakar, maklum saya ga tahu kalau arti dari aburi itu adalah dipanggang. Tapi karena hanya di-torch jadi masih ada sisi yang mentahnya, dan itu lumayan bisa mengobati ekspektasi saya sebelumnya. Salmon masih jadi favorit, kerangnya juga enak. Tambahan wasabi memberi sensasi mint yang menyegarkan…

    Harga per orang: Rp. 100.000 - Rp. 200.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 4.2  
    Puyo Silky Desserts [ Sukmajaya, Puding ]

    selembut sutera, semanis cinta…

    Puyo silky pudding mah emang udah paling juara sih. Hampir semua varian rasanya bikin lidah berpesta pora. Teksturnya juga super lembut sesuai dengan namanya, silky. Kalau diinget-inget jadi mirip jajanan kembang tahu. Kalau favorit saya yang rasa taro sama chocolate, tapi pilihan rasa yang lainnya juga enak-enak kok. Udah gitu manisnya juga pas banget, engga yang kemanisan, jadi ga ngebosenin atau cepet bikin mahteh. Yang nyiptain resepnya layak dapet penghargaan Nobel ini mah…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 4.2  
    Vilo Gelato [ Senopati, Es Krim ]

    perfect way to enjoy a cup of gelato…

    Sejak kemunculannya beberapa waktu lalu, Villo langsung melesat sebagai penyaji gelato enak di ibukota. Outletnya pun hadir berbarengan di beberapa titik dengan konsep dan tema berbeda-beda. Salah satu yang paling unik ada di bilangan Senopati, tepatnya di Jalan Erlangga, bersebelahan dengan barbershop, Chief. Sebuah hunian megah bergaya klasik dengan polesan cat biru tampak begitu estetik dari kejauhan. Sisi ruang yang menjorok ke arah depan dengan dinding jendela kotak-kotak, menjadi salah satu sudut instagenic disini.

    Masuk kedalam saya langsung disambut oleh beragam macam furnitur lengkap dengan dekorasi mewah tak ubahnya ruang tamu pada hunian elit. Kesan klasik sangat kental disini, apalagi ornamen ruang yang dipajang pun tampak mahal. Di halaman belakang terdapat area smoking dengan konsep taman semi outdoor dengan gaya yang lebih santai. Definisi setiap spot instagramable ini mah.

    Konsep penyajian gelato disini sudah dalam kemasan dengan 3 jenis ukuran berbeda. Siang ini saya memesan dua varian rasa berbeda yaitu Crunchy Ferrero Rocher dan Asinan Bogor dengan ukuran 90ml atau ukuran paling kecil seharga masing-masing Rp.30.000,-. Crunchy Ferrero Rocher nya enak banget, teksturnya begitu lembut. Nuansa nutty serta cokelatnya mudah bikin siapa saja jatuh cinta. Didalamnya juga terdapat crumbs yang memberi tekstur kres kres.

    Kalau si Asinan Bogor ini tuh unik banget, belom pernah saya coba yang beginian sebelumnya. Definisi sesungguhnya dari asinan tapi dalam bentuk gelato. Mereka berhasil menyajikan cita rasa khas kuah asinan yang asem, seger, tidak terlalu pedes dan bikin nagih. Udah gitu didalamnya juga terdapat beberapa potong buah-buahan, jadi makin mirip sama asinan beneran. Cara baru nan unik dalam menikmati asinan buah.

    Engga cuma aneka gelato, disini pun tersedia menu cemilan, main course, dessert dan minuman. Kali ini saya nyicipin Coffee Milk (Rp.35.000,-) yang terkemas didalam botol. Mereka pun menawarkan es tambahan didalam gelas supaya makin dingin. Rasanya surprisingly enak banget, udah kaya es kopi susu gula aren di coffeeshop-coffeeshop terkenal. Kombinasi kopi, susu dan arennya perfect. No wonder lah kalo harganya diatas rata-rata…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    1 pembaca berterima kasih.




  • 3.8  
    Dimsuming Express [ Beji, China ]

    sushi versi dimsum…

    Semenjak Dimsuming Express hadir di Margonda, tak jauh dari lampu merah Ramanda, saya langsung kepengen nyempetin untuk mampir. Selain karena saya suka dimsum, tampilan tempatnya pun cukup eyecatching berwarna merah terang. Areanya terbagi dua, sisi kanan untuk dapur dan ruang kasir, sisi kiri sebagai area duduk. Meja kursinya simple bermaterial kayu dan berjajar rapi. Ornamen ruang berupa poster-poster dan neon sign, cukup membuat suasana terlihat masa kini. Tapi karena ruang memasak mengeluarkan suhu panas, jadi mempengaruhi ke seating area dengan asap dan panasnya.

    Platter Dimsum X Sushi (Rp.48.000,-) berisi 8 buah dimsum berwujud sushi dengan 4 jenis topping berbeda. Ada topping saus mentai, teri kacang, salmon dan daging sapi. Jadi ini tuh semacem croffle gitu lah, basic-nya croissant tapi bentuknya kaya waffle, nah kalo ini tuh basic-nya dimsum tapi bentuknya sushi. Rasanya perpaduan antara dimsum dengan sentuhan sushi, entah dari mana karakter sushi-nya bisa muncul, mungkin dari mayones atau kecap ikan. Kalau saya paling suka yang topping salmon sama yang daging sapi, rasanya sushi banget tapi kandungan dimsumnya juga berasa.

    Saya juga pesen beberapa jenis sate-satean, ada Fish Dumpling Chicken (Rp.8.000,-) Salmon Ball (Rp.8.000,-) Sandwich Tofu (Rp.8.000,-). Fish Dumpling Chicken teksturnya empuk dan kenyal. Bentuknya unik, rasanya gurih dengan isian cairan, entah apa itu, bercita rasa asin gurih. Salmon Ball disini meskipun bentuknya bulat ga beraturan, tapi rasnaya saya suka. Jenis makanan gurih dengan rasa manis. Salah satu menu sate-satean rekomendasi kalau lagi mampir ke Dimsuming Express.

    Sandwich Tofu nya memiliki tekstur agak padat dan engga selembut tahu sutera. Karena digoreng, jadi bagian kulit luarnya engga smooth. Uniknya, rasa tofu mereka begitu gurih hampir mirip otak-otak. Pilihan saus disini ada beberapa macam dan semuanya berbayar, akhirnya saya memilih Guribang Sauce (Rp.2.000,-) dan Truffle Carbonara Sauce (Rp.5.000,-). Guribang Sauce itu sejenis chili oil, rasanya sedikit pedas, berempah dan tentunya berminyak. Truffle Carbonara Sauce rasanya engga seperti carbonara yang creamy dan aroma truffle nya pun engga kentara. Teksturnya lembut, tapi rasanya gurih sedikit manis. Kedua sausnya just so so…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 4.2  
    Suar Ruang Coffee Ground [ Beji, Kafe ]

    terbaik di Kukusan…

    Suar Ruang Coffee Ground yang baru hadir belum genap sebulan ini berada di pinggiran kampus Universitas Indonesia, di daerah Kukusan, Beji, tepatnya di Jalan Amat bersebrangan dengan Masjid Al-Hikam. Kalau anak UI sih nyebut wilayah ini dengan julukan Kutek alias Kukusan Teknik, karena aksesnya memang berada tak jauh dari Fakultas Teknik. Secara tampilan Suar ini memang sangat masa kini, memadukan sentuhan industrial dengan konsep clean serta minimalis. Bisa dibilang, Suar jadi coffeeshop yang paling meyakinkan di kawasan Kukusan.

    Bagian depan dijadikan ruang terbuka dan semi terbuka beralaskan bebatuan. Sebuah dinding diberi ornamen berupa puisi yang dibuat menggunakan huruf timbul yang disandingkan dengan pohon bunga Kamboja. Jelas bagian ini sangat estetik sekaligus puitis. Masuk ke ruangan utama, pengunjung langsung dibawa ke gaya desain minimalis dengan sentuhan warna putih. Dua set kursi berlapis jok empuk, sebaris kursi tinggi yang merapat jendela dan beberapa kursi kecil di sudut ruang, sudah cukup membuat Suar terasa nyaman sekaligus instagramable.

    Memanfaatkan lebar ruang terbatas, mereka membagi meja barista dengan kasir menjadi dua bagian sehingga tampak unik sekaligus menarik. Tak lupa disini juga tersedia meja display yang berisi beberapa jenis kudapan. Di halaman belakang disediakan ruang smoking yang kembali menampilkan kesan industrial kental. Atap transparan yang dilapisi jajaran kayu membuat matahari dapat bebas masuk menyinari ruangan. Tak lupa barisan pohon hias diletakan disepanjang sudut ruang guna menambah kesan teduh sekaligus aestetik.

    Cappuccino (Rp.22.000,-) tersaji didalam papercup berwarna hijau, minuman ini mengingatkan saya akan cappuccino enak yang sering saya nikmati di mall-mall ibukota. Perpaduan espresso dan susunya begitu pas dan teksturnya pun lembut. Classic Coffee Black (Rp.19.000,-) meski diberi tambahan air, tapi cita rasa yang dihasilkan tidak encer. Rasa kopi yang menyegarkan langsung menyapa seluruh rongga mulut saat saya menyesapnya.

    Creme Brulee (Rp.22.000,-) jenis lain minuman latte yang kalau diresapi rasanya jadi mirip permen karamel Alpenliebe. Manisnya pas, susunya juga lembut, aroma mirip vanillanya terhirup dan semuanya menyatu dengan baik. Croffle (Rp.17.000,-) salah satu menu pastry yang nangkring di meja display. Teksturnya cukup khas, renyah dan chewy. Meski lapisannya tidak begitu banyak, tapi buttery-nya dapet. Sensasi gula yang terkaramelisasinya juga pas dan engga kemanisan…

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    3 pembaca berterima kasih.