Foto Profil yudistira ishak abrar

yudistira ishak abrar

1876 Review | 1798 Makasih
Alfa 2019 Level 21
Steak Ramen Chinese Food Dimsum Seafood BBQ Pancake Kopi Bakmi Pizza Pasta Sushi Burger Dessert Bubble Tea
Filter Catatan
Urutkan berdasarkan: Tanggal
  • 3.8  
    Sogogi Shabu [ Beji, Korea ]

    inget ya, ini shabu-shabu, bukan grill...

    Sebelum mampir ke Sogogi Shabu, saya sempet baca beberapa ulasan temen-temen yang pernah mampir kesini. Ada yang mendapatkan pelayanan kurang mengenakan dan ada yang mendapat charge karena telah menyisakan makanan. Tapi untungnya, pas saya mampir dan cobain, pengalaman yang saya dapatkan sih tidak mengecewakan. Pelayanannya bagus, pegawainya ramah-ramah, kerjanya cepat, informatif dan yang paling penting adalah engga kena penalti karena memang makanan yang saya ambil habis tak bersisa.

    Lokasinya sendiri ada di Jalan Margonda Raya, tepat di lampu merah yang mengarah ke Jalan Juanda atau sebelah kiri jalan sejajar dengan toko kue Harvest. Dulu sebelumnya ruko yang mereka tempati ini merupakan kedai roti bakar bernama Roti Bule. Bentuk bangunan masih sama, bahkan dindingnya pun belum berubah, hanya ada tambahan beberapa mural serta logo Sogogi di beberapa bagian. Tidak seperti AYCE ramah di kantong lainnya, disini rasanya cukup nyaman, engga gerah karena AC nya masih dingin, engga ngebul, bersih dan rapi.

    Petang ini saya cobain Shabu dengan pilihan daging Premium Beef seharga Rp.89.000,- per orang dewasa, atau kalau ditambah tax jadi Rp.97.900,-. Untuk kuahnya saya pilih Japanese Kombu dan Tom Yum yang bisa free refill sekali lagi setelah tuangan pertama, karena kalau mau nambah kuah kaldu lagi, harus kena biaya tambahan sebesar Rp.5.000,-. Tapi tenang, saya sendiri engga perlu nambah kuah kok, soalnya sisa kuah tuangan yang pertama aja masih sisa, tergantung sebar-bar apa kamu makannya aja sih itu mah.

    Well, mari kita bahas soal daging. Pilihannya ada dua yaitu Rib Eye Beef yang dominan daging sama Beef Short Plate yang dominan lemak. Irisan dagingnya tipis, setipis dompet akhir bulan. Tapi tenang, karena sistemnya all you can eat, jadi tetep bisa kenyang lah, kan gampang nambah. Kualitas dagingnya sendiri lumayan, bukan yang juicy seperti di resto AYCE seharga sekian sekian, tapi juga engga yang mengecewakan. Overall oke sih buat saya mah.

    Bicara soal kuah, Tom Yum dan Japanese Kombu, sebenernya sih engga ada masalah sama cita rasa serta sensasi rasa yang terbangun, si Tom Yum tetep asem pedes nyegerin dan si Japanese Kombu tetep sedikit manis gurih. Tapi ya itu, masih kurang bold aja di lidah. Untuk saus tambahan mereka hanya menyediakan saus sambal, saus tomat, sesame soy sauce dan irisan bawang putih juga cabe rawit. Karena saya suka nyocol kalo lagi makan shabu shabu, jadi berasa ada yang kurang aja sih, kurang variatif cocolannya.

    Kalo side dish, mereka ada varian bakso, crab stick, chikuwa, tofu, aneka sayuran, nasi putih, nasi goreng, chicken karaage dan kangkung goreng. You know what? Kangkung gorengnya enak dong. Crispy gitu pas dikunyah, ga ada yang failed satupun tingkat kerenyahannya. Kalau yang lainnya sih hampir sama seperti di resto AYCE lain. Minumnya ada dua jenis, lemon tea dan green tea, saya hanya coba greentea yang lebih mirip teh manis pada umumnya, tapi cocok sebagai pelepas dahaga...

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 3.6  
    Sate RTM, Warung Sate Kambing Muda [ Kelapa Dua, Indonesia ]

    masih eksis tapi menunya banyak yang kosong...

    Sate RTM ini sebenernya udah pernah saya kunjungi sekitar bulan Juli 2016. Ternyata setelah beberapa tahun berlalu, mereka masih eksis dan mampu bertahan di tengah makin banyaknya tempat makan lain yang lebih masa kini. Desainnya masih engga berubah sama sekali. Menyulap sebuah rumah berwarna putih di bilangan RTM, Kelapa Dua, Sate RTM hadir dengan konsep rumahan yang dipenuhi meja serta kursi jadul. Meski ruang utama hanya dilengkapi beberapa kipas angin gantung, tapi suasananya tetap sejuk. Di halaman samping terdapat beberapa set meja berpayung besar, khusus untuk smoking area.

    Sate Ayam (Rp.25.000,-) terdiri dari 10 tusuk per porsi, jadi lumayan banyak dan emang udah ukuran standarnya sate. Potongannya berukuran sedang, jadi pas banget saat digigit. Sama sekali engga ada lapisan lemak, jadi enak dan saya ga perlu repot misah-misahin antara daging sama lemak karena saya ga suka sate berlemak. Tingkat kematangannya pas dengan bumbu kacang yang sangat halus jadi tekstur kacangnya lembut dilidah. Untuk harga sekian, menurut saya sih worth it banget.

    Es Sirup Pisang Susu (Rp.10.000,-) segelas minuman yang terbuat dari sirup pisang susu dengan tambahan susu kental manis cair biar makin asoy. Warnanya yang merah berubah menjadi pink saat lapisan SKM nya diaduk dan tercampur rata. Rasanya manis dan cukup nyegerin, cocok banget sih sebagai pelepas dahaga, terlebih saya memang lagi haus-hausnya habis ngegym malem-malem. Sebagai catatan tambahan, sayang banget menu banyak yang kosong, jadi kurang variatif gitu...

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    1 pembaca berterima kasih.




  • 3.6  
    Adiksi Kopi Station [ Kelapa Dua, Minuman ]

    bikin nagih ga nih?...

    Adiksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan sebuah kata benda yang berarti kecanduan atau ketergantungan secara fisik dan mental terhadap suatu zat. Berangkat dari situ, Adiksi Kopi Station hadir dalam rangka menyebarkan candu akan kopi sederhana yang enak, murah tapi engga murahan. Berlokasi di salah satu sudut Jalan RTM, Kelapa Dua, Depok, Adiksi memanfaatkan sebuah ruko mungil dengan konsep minimalis. Paham akan kebutuhan yang beragam, jadi mereka membagi dua ruangan yaitu untuk smoking dan non smoking.

    Malam ini saya mencoba salah satu minuman pamungkas mereka yang diberi judul Es Kopi Adiksi (Rp.15.000,-) minuman ini terbuat dari campuran espresso + susu + aren. Espresso nya hadir dengan kesan seduh manual yang kental, jadi seperti masih ada sisa-sisa serbuk bubuk kopi yang menyapa lidah saat menyesapnya. Level enaknya, menurut indera pengecap saya, masih yang medium low sih. Meskipun begitu, saya tetep acungi jempol karena minuman ini memiliki karakternya sendiri.

    Selain minuman dengan sentuhan kopi, saya juga mencicipi jenis lain yaitu Susu Tiramisu (Rp.15.000,-) tapi sayang dari seruputan awal, rasanya udah kemanisan yang justru menenggelamkan unsur susu juga tiramisunya. Mungkin akan jadi lebih seru kalo level manisnya diturunin dan porsi susunya dikuatin lagi, biar lebih seimbang saat dinikmati...

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 3.0  
    Oppa Corndog [ Beji, Barat ]

    corndog nya enak, tempatnya lusuh...

    Akhirnya mampir juga nih di Oppa Corndog setelah sebelumnya cuma pesen melalui ojek daring. Tempatnya tuh dulu sebuah kedai bernama Baperin, tapi sekarang diganti sama si Oppa Corndog ini. Mereka mengisi sebuah ruko tiga lantai dimana lantai bawah diisi oleh smoking area sekaligus sebagai ruang tunggu abang-abang ojek online. Sebelahnya dengan sekat kaca, ada ruang kasir dimana kita bisa memesan untuk take away ataupun dine in.

    Lantai dua dan tiga merupakan seating area yang berpendingin udara. Konsep mereka lebih ke lesehan sih, jadi harus lepas sepatu atau sendal kalo mau duduk disini. Sayang banget segala yang ada di lantai dua maupun tiga udah kurang terawat, jadi banyak yang terlihat lusuh jadi kurang sedap dipandang. Padahal konsepnya sih udah yang gaul dan masa kini gitu, cuma ya jadi kurang kece kalo maintenance nya buruk.

    Corndog Mozza Rainbow Banana (Rp.18.000,-) jadi corndog ini diisi sama lapisan keji mozarella warna warni kaya pelangi terus dibungkus pake tepung roti dan terakhir dicelupin ke saus rasa pisang. Teksturnya renyah, empuk dan ada chewy-chewy nya. Untuk kejunya gurih dan lumayan royal, tapi saus pisangnya agak kemanisan menurut saya.

    Corndog Chocomaltine (Rp.15.000,-) kalo yang ini isiannya keju mozarella biasa, lalu diselimuti tepung roti dan terakhir diolesi selai chocomaltine yang banyak. Teksturnya renyah, empuk, chewy dan kaya akan sensasi kres kres. Rasanya perpaduan antara cheezy dan cokelat yang manisnya bikin saya merem melek keenakan. Menurut saya sih Corndog Chocomaltine nya mantul.

    Greentea (Rp.15.000,-) minuman ini terbuat dari susu cair dan olahan teh hijau. Sebelum diseruput sebaiknya diaduk rata terlebih dahulu supaya komponennya tercampur dengan baik dan rasanya jadi sempurna. Bicara kualitas, minuman ini sih cenderung biasa aja, bukan yang engga enak, tapi ya bukan juga yang enak banget. Susu sama greentea nya manis, tapi engga terlalu kentel dan creamy...

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    1 pembaca berterima kasih.




  • 4.0  
    FIX Burger [ Beji, Barat ]

    beef patty nya homemade, rasanya bukan ala-ala...

    Di ujung Jalan Juanda, tepat sebelum lampu merah sebelah kiri jalan, ada sebuah kedai burger baru bernama Fix Burger. Namanya juga kedai, jadi engga gede ukurannya dan memiliki konsep sederhana. Seating tablenya aja cuma satu, hanya muat untuk 4 orang dewasa, kecuali kalo mau dempet-dempetan kaya pisang sesisir sih mungkin bisa muat sampai 6 orang. Tapi konsep kedainya cukup rapi, bersih dan terlihat menarik, ditambah pelayanannya juga ramah.

    Disini hanya menyediakan satu jenis burger yaitu cheeseburger yang diberi nama Fix Burger seharga Rp.25.000,-. Bedanya mereka menyediakan tiga pilihan sauce yang terdiri dari original, signature dan BBQ spicy. Kali ini saya pilih signature sauce yang ternyata bercita rasa gurih dan sedikit pedas. Bagian yang saya suka adalah mereka mengolah sendiri beef patty-nya, jadi terasa otentik. Daging cukup tebal, empuk dan meaty. Selain itu juga ada tambahan bawang bombay berkaramelisasi yang banyak sehingga memberikan sentuhan rasa manis yang ngeblend banget pas digigit.

    Nah kalo misalnya pengen makan burger plus kentang goreng dan soft drink, bisa pilih menu Fix Deals seharga Rp.35.000,- saja. Burgernya masih sama, yaitu cheese burger, tapi yang ini saya pilih diberi olesan BBQ sauce. Rasanya lebih pedes dari burger sebelumnya dan ada sensasi manis-manis yang gurih gitu. Kalau boleh milih, saya lebih suka yang ini, soalnya memiliki rasa yang lebih meriah. Kentang gorengnya juga renyah, berbumbu asin gurih dan engga ala-ala doang. Kalo kamu lagi laper, mendingan pesen Fix Deals sih, soalnya bisa menghemat Rp.4.000,- dibanding kamu beli secara terpisah kentang dan minumnya...

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    1 pembaca berterima kasih.




  • 4.0  
    Tom Sushi [ Beji, Jepang ]

    bayar sesuai harga piring...

    Sushi, makanan Jepang yang satu ini menjadi begitu terkenal di seluruh dunia karena kesegarannya. Seiring berjalannya waktu, sushi bertransformasi tak hanya menyuguhkan menu ikan mentah saja, tapi juga hadir dalam keadaan matang, dibakar maupun digoreng berlumur mayones. Bicara soal sushi, meski menjadi salah satu menu favorit, tapi terbilang cukup mahal kalau dilihat dari segi harga. Melihat peluang itu, beberapa restoran sushi mencoba untuk menjual sushi murah sesuai dengan warna piring, seperti yang dilakukan oleh Tom Sushi.

    Mereka belum lama ini membuka gerai terbaru di D’Mall, tepat di lobby belakang yang mengarah ke Hotel Santika. Tiap seating table dibuat sengaja dilalui oleh sushi belt yang berisi barisan sushi, sehingga memudahkan pengunjung dalam memilih sushi yang disuka. Tapi kalau sushi favoritnya engga lewat-lewat juga atau keburu dicomot meja sebelah, jangan khawatir, kamu bisa memesannya ke pelayan yang selalu siap sedia membantu. Soal harga jangan khawatir, mereka membanderol harga terjangkau mulai dari 10, 15 dan yang paling mahal hanya 20 ribu saja per piring.

    Ebi Mentai Sushi, Chikuwa Mentai Sushi, Oase Roll, Vegie Roll, Aburi Salmon dan Salmon Maki menjadi sushi yang saya pilih malam ini. Rata-rata merupakan jenis sushi matang, baik di torch ataupun digoreng. Soal rasa, hampir semuanya cocok dilidah saya, terutama yang paling enak adalah Aburi Salmon karena begitu creamy, lembut, gurih dan cheezy. Sebagai pencuci mulut, saya memesan Mix Dorayaki yang berisi cokelat keju. Tekstur adonannya lembut, rasanya manis, cokelatnya tebel dan kejunya pun berasa...

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 4.2  
    Kopi Nako [ Pancoran Mas, Minuman ]

    selalu bikin balik lagi...

    Kali berikutnya mampir ke Kopi Nako di Depok, beruntung suasana masih sangat aman terkendali alias masih banyak bangku kosong engga seperti biasanya. Meski areanya luas, baik seating table maupun parkirnya, tapi bisa sampe sepenuh itu lho kalo akhir pekan atau tanggal merah. Bangunan megah yang dilapisi banyak kaca nako, membuat kafe ini tak membutuhkan penerangan tambahan di siang hari, cukup mengandalkan sinar matahari yang masuk untuk dapat menerangi seluruh sudut ruang.

    Siang ini saya memesan Kopi Nako (Rp.23.000,-) Hot Chocolate (Rp.21.000,-) Love Potion (Rp.29.000,-) dan Gabin (Rp.15.000,-). Kopi susu masa kini ala Nako masih selalu terasa menyenangkan, milky dan manis seperti biasa. Kalo Hot Chocolate nya begitu kental, hangat dan nuansa susu pada cokelatnya memberikan sensasi yang begitu menyenangkan. Sedangkan Love Potion itu berupa smoothies yang terbuat dari strawberry dan susu, jadi rasanya tuh asem, kentel, manis dan so refreshing. Menu cemilan baru bernama Gabin terbuat dari tape singkong yang diapit biskuit lalu digoreng, teksturnya renyah sekaligus lembut, rasanya manis dan gurih. Perfect lah...

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    1 pembaca berterima kasih.




  • 4.2  
    Warung Nako [ Pancoran Mas, Indonesia ]

    warteg versi 4.0...

    Berada satu naungan dalam Kanma Group, Warung Nako menjadi satu-satunya penyaji menu makanan ala warteg tapi dengan versi lebih modern. Setelah sukses melayani perut-perut lapar di wilayah Bogor, kini mereka mencoba mengakomodasi warga Depok dengan membuka gerai yang engga kalah besar dan megah. Meski tidak tampak dari pinggir Jalan Margonda Raya, tapi Warung Nako akan membuat pengunjung kaget dengan ukurannya yang bisa dibilang sebagai salah satu restoran paling luas di Margonda.

    Mulai dari lahan parkir mobil dan motor yang mampu menampung banyak kendaraan, sampai ke dua buah bangunan spacious dengan lapisan nako dimana-mana, sudah pasti mampu menampung jumlah pengunjung yang banyak. Dari kedua bangunan tersebut, Warung Nako berada di sebelah kanan berwarna abu-abu, sedang yang berwarna hitam menjadi areanya Kopi Nako. Warung Nako terdiri dari dua lantai indoor dan dua spot area outdoor. Seating table di ruang indoor didominasi oleh material kayu, sedang diluar oleh material besi.

    Mirip dengan konsep warteg, pengunjung pertama-tama harus memesan di etalase kaca berisi aneka lauk, boleh sesuai selera atau memilih menu paket dengan beberapa pilihan. Lalu lakukan pembayaran dan menu yang sudah dipilih dapat langsung disantap. Variasi menunya cukup variatif, mulai dari daging, ikan, ayam, udang, cumi serta aneka sayuran dan gorengan.

    Siang ini saya memilih menu hasil kreasi sendiri yang terdiri dari Nasi Merah (Rp.7.500,-) Telur Kecap (Rp.8.000,-) Ayam Suir (Rp.5.000,-) Tahu Isi (Rp.3.500,-) Perkedel (Rp.3.500,-) Tumis Kangkung (Rp.5.000,-) semua yang ada diatas piring rasanya tuh mirip banget masakan rumahan. Bumbu dan cita rasanya nikmat khas masakan ibu.

    Selain itu saya pun pesan beberapa lauk lain seperti Cumi (Rp.16.000,-) Ayam Rica-Rica (Rp.15.000,-) Kacang Panjang (Rp.5.000,-) Kroket Sayur (Rp.5.500,-) sayang Ayam Rica-Rica sedikit kurang nendang pedesnya. Sebagai pelepas dahaga, saya memilih minuman Jelly Mangga (Rp.16.000,-) jadi teksturnya tug kentel mirip jus dengan rasa manis asem yang nyegerin...

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.




  • 3.8  
    Kopi Tuya [ Beji, Kafe ]

    kopi modern...

    Si flamingo cantik kini bertengger di salah satu sudut Jalan Margonda Raya, apalagi kalo bukan logo Kopi Tuya yang ikonik itu. Memanfaatkan sebuah lahan parkir di depan Soerabi Enhai, mereka tampil begitu tropis dengan dominasi warna hijau cerahnya. Tak lupa nuansa merah muda menghias beberapa bagian ruang, mulai dari sign age, logo dan beberapa kursi kayu. Meski tidak besar, tapi Kopi Tuya masih mampu menampung 10 tamu yang dapat duduk didalam ataupun diluar.

    Kopi Avocado (Rp.26.000,-) teksturnya engga main-main, nyata bukan fatamorgana, kentel banget sob. Jus alpuket dituangin single shoot espresso plus satu scoop vanilla ice cream merupakan salah satu ide paling brilian dalam meracik sebuah minuman. Perpaduan antara pahit kopi, manis susunya eskrim vanilla dan gurih kentelnya alpuket, sukses menstimulus mood pagi yang gloomy ini menjadi cerah penuh rasa bahagia. Ini sih udah mirip smoothies, jadi cukup ngenyangin dan kalo saya sendiri udah berasa kaya abis sarapan setelah minum ini.

    Kopi Tiramisu (Rp.25.000,-) memiliki tekstur yang lebih ringan dan engga seberat tadi. Perpaduan antara espresso, gula, biscuit crumbs dan es krim rasa espresso memberikan sensasi kopi didalam kopi, jadi berasa combo espresso gitu lah. Nuansa pekat masih bersahabat nya datang bersama rasa manis yang sesuai dengan selera saya, engga terlalu kental juga engga terlalu light. Buat saya, kalo kamu mau ngopi tapi engga kopi-kopi banget, minuman ini bisa jadi pilihan yang tepat...

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    1 pembaca berterima kasih.




  • 3.6  
    Urip Urup Coffee [ Pancoran Mas, Kafe ]

    penuh akan mural...

    Kental akan goresan-goresan cat pada dinding, Urip Urup menjadi salah satu coffeeshop paling penuh lukisan mural di Kota Depok. Memasang gebyok pada pintu masuk, Urip Urup tetep engga terkesan jadul tapi justru tampak artistik dari depan. Jarang memang coffeeshop yang mengambil tema tradisional seperti ini, jadi kelihatan nyentrik dan tampil beda. Berdampingan dengan gebyok, terdapat area smoking yang memanfaatkan teras rumah bagian depan.

    Masuk kedalam, seluruh ruang terlihat dijejali oleh sentuhan warna warni yang berbentuk gambar, panorama, kopi, motif bahkan tulisan-tulisan. Rasanya hampir tak ada sejengkal ruang pun yang tidak diisi oleh goresan cat. Ruang barista merangkap kasir menjadi pusat perhatian di ruang ini yang dikelilingi oleh seating table variatif bergaya simple. Kalau diperhatikan benang merahnya, Urip Urup lebih menonjolkan gaya maskulin ketimbang gaya ngopi cantik.

    Es Kopi Susu Ndeso (Rp.15.000,-) meski bukan yang terbaik, tapi es kopi susu yang katanya memiliki tingkat espresso lebih kuat ini mampu mengobati rasa rindu saya akan eskopsus yang seminggu ini belum pernah saya icip lagi. Karakter kopi, susu dan gulanya larut dalam sebuah rasa yang memang sengaja tercipta untuk dapat dinikmati oleh siapapun, termasuk kaum hawa. Tidak terlalu strong sudah pasti, manis juga sudah pasti dan tentunya berkarakter lembut dilidah.

    Taro Latte (Rp.20.000,-) selain es kopsus yang dingin tadi, di musim hujan ini saya pun mencoba minuman hangat yang berhias latte art cantik berbahan dasar taro powder juga susu, apalagi kalo bukan Taro Latte. Aroma taronya sudah menyapa indera pembau sesaat sebelum menyesapnya. Baru setelah menyentuh lidah, terasalah sensasi lembut khas taro yang ditemani dengan rasa manis dan milky. Saya sih suka minuman berkarakter manis susu macem ini, loveable.

    Roti Bakar Lumpur Awur (Rp.18.000,-) sebagai teman ngopi, saya pun memesan menu roti bakar cokelat keju yang diberi nama Lumpur Awur. Tekstur rotinya renyah lengkap dengan nuansa-nuansa olesan mentega yang gurih terasa. Isian cokelat menggunakan sejenis selai bukan meses, jadi terasa lembut dilidah. Awuran keju parut dan susu kental manis menjadi pelengkap menu yang membuatnya terlihat menggoda...

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!
    2 pembaca berterima kasih.