Sejarah Pecel Lele yang Jadi Comfort Food Orang Indonesia

3 Juli 2021 | 0 Komentar

Pecel lele adalah kuliner yang sangat identik dengan comfort food, terutama bagi masyarakat Jakarta. Kenikmatan dari citarasa pecel lele ternyata mampu membuat kita merasa puas menyantapnya. Pecel lele merupakan salah satu kuliner kaki lima yang dijual dengan harga yang murah sehingga tidak menguras isi kantong. Meskipun harganya murah, tapi rasanya ini tidak murahan dan bisa didapat dengan mudah karena banyak penjualnya. Inilah yang menjadi salah satu alasan pecel lele menjadi comfort food


Pecel lele sebenarnya adalah kuliner yang terbilang simpel karena merupakan kuliner yang menyajikan ikan lele goreng dengan sambal, lalapan, dan nasi. Nasi yang digunakan bisa berupa nasi putih maupun nasi uduk. Menjadi comfort food, tahukah Teman Kuliner sejarah dari pecel lele ini? Kalau belum, coba cek di bawah ini!

 


Sumber: langsungenak.com


Asalnya Masih Jadi Perdebatan

Asal usul dari pecel lele ini sebenarnya masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Ada yang menganggap kalau pecel lele asalnya dari Jawa Tengah, ada juga yang menganggap asalnya dari Jawa Timur. Tapi jika ditelusuri lebih lanjut, pecel lele ini sepertinya berasal dari daerah Jawa Timur. Hal ini dikarenakan kehadiran pecel lele selalu bersamaan dengan soto Lamongan alias selalu dijual oleh satu pedagang yang sama. Konon katanya, pecel lele ini asalnya dari Lamongan dan disajikan satu paket bersama dengan soto Lamongan.



Sumber:  Resephariini.com


Nama Aslinya Bukan Pecel Lele

Tahukah Teman Pergi Kuliner kalau nama asli dari pecel lele ini bukanlah pecel lele. Kita pasti sering bertanya-tanya, mengapa namanya pecel lele, padahal tidak ada bumbu pecel yang digunakan di dalamnya. Pecel adalah salah satu makanan khas Jawa Timur dan sangat identik dengan yang namanya bumbu kacang atau sambal kacang. Tapi lain halnya dengan pecel lele yang sama sekali tidka menggunakan bumbu kacang. Ternyata hal ini ada kaitannya dengan penamaan pecel lele. Aslinya di Jawa Timur, pecel lele ini dinamakan dengan nama pecek lele. Di Jawa Timur, istilah pecek digunakan untuk menghidangkan makanan dengan cara digeprek atau dipenyet lalu diberi sambal.

 

Lalu, saat kuliner ini dibawa ke Jakarta dan didagangkan di sana, para pedagang pecek lele merasa kebingungan karena sudah ada kuliner yang mirip namanya, yakni pecak. Pecak sendiri adalah kuliner khas Betawi yang dibuat dari bahan dasar ikan tawar atau ikan laut yang dibakar atau digoreng, kemudian disiram dengan kuah santan pedas. Untuk menghindari dua kuliner yang berbeda ini, maka para pedagang pecek lele dari Jawa Timur ini pun mengganti nama kuliner mereka menjadi pecel lele. Penamaan kata pecel juga bisa mencerminkan asal dari kuliner ini yakni dari Jawa Timur.  

 


Sumber: Kompas.com


Masyarakat Jakarta Awalnya Menolak Pecel Lele

Ada satu fakta menarik dari pecel lele. Ternyata, kuliner ini sempat mendapatkan penolakan dari masyarakat Jakarta pada saat awal kemunculannya, yakni di tahun 1960-1970-an. Pada tahun tersebut, ternyata masyarakat Jakarta masih belum familiar dengan ikan lele. Ikan lele memang hanya bisa dijumpai di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awalnya sehingga masyarakat Jakarta kurang familiar. Apalagi ikan lele ini terkenal bisa bertahan hidup di dalam lumpur atau air yang keruh. Inilah salah satu faktor yang menjadikan masyarakat Jakarta pada masa itu enggan menyantapnya. Lalu untuk mengenalkan pecel lele, digunakanlah jenis ikan lainnya seperti ikan gabus, bawal, mujair, dan lain sebagainya. Lambat laun, masyarakat Jakarta pun penasaran ingin mencobanya karena sering makan di warung atau tempat makan yang menjual pecel lele. Berhubung rasanya sangat nikmat, maka tak heran kalau lama kelamaan pecel lele akhirnya bisa diterima bahkan sangat disukai oleh masyarakat Indonesia.

 

Sumber: Cookpad.com


Mengapa Harus Menggunakan Ikan Lele?

Lantas jika bisa menggunakan jenis ikan lainnya, mengapa harus ikan lele yang dijadikan pecel lele? Alasan ikan lele dijadikan sebagai pecel lele adalah karena ikan lele memiliki ketahanan hidup yang cukup tinggi. Ikan lele bisa tetap hidup dengan air yang sedikit, air keruh, hingga air berlumpur. Tanpa air pun, ikan lele masih bisa bertahan hidup selama berjam-jam sehingga ikan bisa tetap segar sebelum dimasak. Coba saja kita perhatikan, pedagang pecel lele pasti selalu mengoreng ikan lele dalam keadaan masih segar alias masih fresh. Ikan lele yang masih segar ini akan memiliki daging yang masih kenyal dan manis saat sudah matang.

 

Itulah sekilas mengenai sejarah dan juga beberapa fakta unik dari pecel lele. Buat yang ingin menyantap pecel lele, Teman Kuliner bisa mampir ke salah satu tempat makan di bawah ini!

Pecel Lele Bryan Jaya

Permata Mubarok 1

Uduk Bro


Topik artikel ini: