Logo Ringkasan PergiKuliner Logo Ringkasan PergiKuliner

Fakta Onde-onde, Jajanan Favorit Warga Indonesia

List Artikel
25 September 2023 | 0 Komentar

Onde-onde merupakan salah satu jajanan khas Indonesia yang sangat populer. Onde-onde ini bisa dijumpai dengan mudah di pasar tradisional hingga toko kue ternama yang ada di pusat perbelanjaan. Bentuknya yang bulat dengan biji wijen yang membalut bagian luarnya ini menjadikan onde-onde tampil unik dan berbeda jika dibandingkan dengan jajanan tradisional Indonesia lainnya. Selain itu, aromanya juga sangat wangi dikarenakan penggunaan biji wijen. Onde-onde punya tekstur yang sangat kenyal dikarenakan bahan dasarnya yang dibuat dari tepung ketan. Pada bagian dalamnya terdapat isian kacang hijau yang sudah direbus dan dihancurkan lalu diberi campuran gula pasir sehingga rasanya menjadi gurih, legit, dan manis. Menjadi jajanan Indonesia yang populer, di bawah ini ada beberapa fakta dari onde-onde, penasaran? Baca sampai habis ya!



Sumber: Masakapahariini.com


Asalnya dari China

Onde-onde, makanan yang selama ini dikenal sebagai jajanan khas Indonesia, memiliki sejarah yang menarik yang sebenarnya berasal dari China. Sejarah onde-onde bisa ditelusuri hingga zaman Dinasti Zhou di China, yang berlangsung sekitar tahun 1045-256 SM. Pada awalnya, hidangan ini tidak diperuntukkan bagi masyarakat umum, melainkan disajikan khusus untuk para tukang kayu dan tukang batu yang terlibat dalam pembangunan istana kekaisaran pada masa itu.


Pemberian onde-onde kepada para pekerja ini memiliki makna yang mendalam. Onde-onde dipercaya melambangkan simbol keselamatan dan kebersamaan bagi orang-orang yang mengonsumsinya. Para pekerja yang membangun istana kekaisaran itu berharap dengan menyantap onde-onde, mereka akan terlindungi dan tetap sehat selama proses pembangunan berlangsung hingga selesai.


Seiring berjalannya waktu, onde-onde kemudian menjadi bagian integral dari budaya kuliner Indonesia. Meskipun memiliki akar dari China kuno, onde-onde telah beradaptasi dengan cita rasa dan variasi bahan-bahan lokal di Indonesia, menciptakan versi yang unik dan lezat dari hidangan ini. Hari ini, onde-onde tetap menjadi jajanan yang sangat disukai di Indonesia, dan sejarahnya yang panjang mengingatkan kita akan akar budaya kuliner yang kaya dan menghubungkan Indonesia dengan dunia yang lebih luas.



Sumber: Tastynesia.com


Jadi Sajian Cap Gomeh Tahun 90 Masehi

Onde-onde, makanan asal China yang sangat populer pada masa itu, ternyata menjadi hidangan yang wajib ada dalam perayaan Cap Gomeh. Penggunaan onde-onde dalam konteks Cap Gomeh didasarkan pada makna simbolis yang melekat padanya, yaitu lambang keselamatan dan kebersamaan. Ketika onde-onde disajikan dalam perayaan ini, harapannya adalah agar semua anggota keluarga yang menyantapnya akan diberikan keselamatan dan hubungan persaudaraan yang erat.


Penggunaan onde-onde sebagai hidangan khas Cap Gomeh ini telah berlangsung sejak zaman 90 hingga 1279 Masehi. Cap Gomeh adalah perayaan penting yang dirayakan oleh komunitas Tionghoa di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Selama perayaan ini, keluarga dan teman-teman berkumpul untuk merayakan dan berbagi makanan tradisional, dan onde-onde menjadi salah satu hidangan yang selalu ada dalam rangkaian perayaan ini. Onde-onde, dengan cita rasa yang lezat dan makna simbolis yang dalam, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Cap Gomeh dan mengingatkan kita akan hubungan antara kuliner dan tradisi dalam budaya Tionghoa di Indonesia.



Sumber: Resepkekinian.com


Dikenalkan Oleh Laksamana Cheng Ho

Onde-onde menjadi jajanan khas Indonesia karena sejarahnya yang berhubungan dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho, seorang pelaut Tionghoa terkenal. Onde-onde diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia melalui para pedagang Tionghoa yang ikut berlayar dengan kapal Laksamana Cheng Ho. Kapal Laksamana Cheng Ho membawa para pedagang China yang membawa onde-onde saat mendarat di pesisir utara Pulau Jawa, terutama di wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Para pedagang ini menjual berbagai barang dagangan, termasuk onde-onde, kepada masyarakat setempat.


Ternyata, rasa onde-onde yang lezat dan unik cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Hidangan ini dengan cepat menjadi populer di kalangan penduduk setempat, dan seiring berjalannya waktu, onde-onde menjadi salah satu jajanan yang dicintai dan diakui sebagai bagian dari kuliner Indonesia. Inilah bagaimana onde-onde akhirnya menjadi jajanan khas Indonesia, melalui perkenalan awal oleh pedagang Tionghoa selama masa kedatangan Laksamana Cheng Ho dan akhirnya mengakar dalam budaya kuliner Indonesia.


Aslinya Bukan Berisi Kacang Hijau

Penting untuk dicatat bahwa onde-onde yang awalnya diperkenalkan oleh para pedagang China tidak sama dengan versi yang kita kenal saat ini di Indonesia. Onde-onde China memiliki isian pasta kacang merah sebagai bahan utama. Namun, karena kacang merah relatif sulit dijumpai di Indonesia pada saat itu, maka terjadi adaptasi dalam bahan isian onde-onde.


Masyarakat Indonesia kemudian mengganti kacang merah dengan kacang hijau, yang lebih mudah ditemukan dan lebih terjangkau. Perubahan ini pada akhirnya membentuk karakteristik onde-onde Indonesia yang berbeda dari versi China. Penggunaan kacang hijau sebagai isian memberikan onde-onde Indonesia cita rasa yang unik dan berbeda, serta mengakomodasi kondisi lokal yang berbeda.


Inilah contoh bagaimana kuliner seringkali mengalami adaptasi dan perubahan sesuai dengan ketersediaan bahan-bahan lokal, selera masyarakat, dan kebutuhan budaya. Onde-onde Indonesia dengan isian kacang hijau adalah contoh yang menarik dari bagaimana hidangan dapat berkembang dan berubah seiring waktu untuk memenuhi preferensi dan kondisi setempat.



Sumber: Shopee.co.id


Inovasi Varian Onde-onde

Onde-onde Indonesia yang asli dibuat dengan bahan dasar tepung ketan dan diisi dengan pasta kacang hijau, menciptakan hidangan yang lezat dan beraroma. Namun, seiring perkembangan kuliner dan inovasi, telah muncul berbagai varian onde-onde yang menawarkan variasi rasa yang berbeda. Beberapa varian onde-onde yang populer termasuk yang memiliki rasa green tea (teh hijau), strawberry, cokelat, keju, dan masih banyak lagi. Perbedaan utama terletak pada isian dalam onde-onde ini, yang dikreasikan untuk memberikan rasa dan tekstur yang berbeda. Misalnya, onde-onde green tea menggunakan teh hijau sebagai salah satu bahan utamanya, memberikan sentuhan rasa yang khas dan segar. Varian-varian ini telah menciptakan variasi yang menarik dalam dunia onde-onde dan memuaskan selera orang yang mencari pengalaman rasa yang beragam.


Selain dari segi rasa, perbedaan lain yang dapat dilihat adalah warna onde-onde. Beberapa varian menggunakan pewarna alami untuk memberikan warna yang menarik, seperti hijau untuk green tea, merah muda untuk strawberry, atau cokelat untuk varian cokelat. Ini memberikan aspek visual yang menarik dan menambah daya tarik estetika dari hidangan ini. Inovasi-inovasi ini mencerminkan bagaimana kuliner terus berkembang dan beradaptasi dengan selera dan preferensi masyarakat, menciptakan variasi yang kreatif dan menggugah selera dalam hidangan tradisional seperti onde-onde.

 

Itulah fakta kue onde-onde yang jajanan favorit warga Indonesia. Selain onde-onde, terdapat berbagai cemilan khas Indonesia lainnya yang patut dicoba. PergiKuliner telah menyusun daftar tempat-tempat yang menyajikan hidangan-hidangan lezat ini. Dalam daftar tersebut, Anda akan menemukan berbagai tempat yang dapat memuaskan selera Anda dengan aneka makanan tradisional yang menggugah selera. Selamat menjelajahi kelezatan kuliner Indonesia yang unik ini di tempat-tempat yang telah kami rekomendasikan di bawah ini!

Fins Recipe

Foto Fins Recipe
Foto Fins Recipe
Foto Fins Recipe

Choipanku

Foto Choipanku
Foto Choipanku
Foto Choipanku

Verina Risoles

Foto Verina Risoles
Foto Verina Risoles
Foto Verina Risoles

Strawberry Pastel Ufo

Foto Strawberry Pastel Ufo
Foto Strawberry Pastel Ufo
Foto Strawberry Pastel Ufo

Pastellia

Foto Pastellia
Foto Pastellia
Foto Pastellia

Topik artikel ini:
0 Komentar
[ ... ]

Bagaimana ringkasan ini menurut pendapatmu?