

-
4.2Cabe Rawit (Cawit) [ Ciumbuleuit, Indonesia ]
Comfort food in a comfortable area
Tempat makan yang cukup terkenal di sekitar ciumbuleuit, apalagi di kalangan anak kuliahan. Tempatnya lumayan luas, bisa nampung banyak customer, dengan layout yang unik juga sehingga enggak terasa boring. Salah satu yang bikin eksis juga karena tempat ini menyajikan pilihan makanan yang variatif, harganya terjangkau, dan bukanya juga juga dari pagi sampai pagi lagi, kurang lebih cuma tutup 5 jam dari 24 jam sehari. Luar biasa restoran ini, jadi kalau butuh comfort food harga terjangkau yang bukanya juga hampir 24 jam ya disini salah satu alternatifnya. Pelayanannya berubah-ubah, kadang lama, kadang staffnya kurang bisa nerima order dengan baik (katanya bisa pesan teh tawar hot yang jumbo, gak lama staff lain bilang kalau teh jumbo hanya available untuk menu es teh manis), tapi sejauh ini pelayanannya masih bisa dibilang oke. Beberapa menu andalan disini adalah nasi gorengnya yang banyak pilihan, ayam goreng menteganya juga banyak digemari walaupun menurut gue saosnya kurang terasa dan sedikit terlalu kental, rasanya juga kurang keluar. Ada juga menu kakap asam manis yang juga juara, porsi lumayan gede kalau pesan menu satuan, sausnya juga niat nih pake ada nanasnya juga. Kekurangannya dari menu kakap saus asam manis, kadang tebel di tepung, beberapa yang doyan gorengan mungkin gak terlalu bermasalah dengan ini, apalagi harga juga reasonable. Buat yang suka makanan western, disini juga banyak pilihan seperti Beefy Cheesy Chicken, Double Impact (2 fillet ayam!), Chicken Mushroom, Three Pounder Chicken, Chicken Cordon Bleu, dan menu lainnya yang mirip-mirip dengan base chicken fillet. Nah satu menu yang terbilang baru dan berhasil bikin gue terkesan adalah Cah Teur Ayam namanya, intinya sih telur yang dioseng sama sayuran dan potongan daging ayam. Menu ini berhasil bikin gue terkesan karena dari bahan yang sederhana, bikinnya juga gak susah, tapi rasanya enak dan rumahan, ada sedikit rasa manis gurih dari masakan yang biasanya dominan di rasa asin. Gue bisa makan menu cah telur ayam tadi sebagai lauk ataupun sebagai side dish.
Menu yang dipesan: Ayam Goreng Mentega, cah telur ayam, kakap saus asam manis
Harga per orang: < Rp. 50.000Makasih Infonya!Kamu belum login, klik di sini.
-
3.2Torico Restaurant [ Cihampelas, Jepang ]
Mediocre
Beberapa kali waktu main ke Cihampelas Walk melewati Torico ini, dan tampilannya menarik nih mengingat jarang atau bahkan hampir gak ada resto yang menjadikan sushi sebagai salah satu menu andalannya di Cihampelas Walk. Akhirnya nyobain juga tempat yang satu ini. Saat baru masuk, kebetulan banget ada yang udah selesai, jadi setelah meja dibersihkan gue pun bisa pilih-pilih menu dan langsung pesan. Pelayanannya sigap dan staffnya juga ramah, menu yang ditawarkan juga beragam, dari sushi rolls sampai nasi goreng. Gue pilih Nasi Goreng Gindara karena terbilang cukup unik, untuk minumnya sih ocha panas aja. Yang pertama datang, dan karena paling gampang disajikan adalah hot ocha. Tapi sayang seribu sayang cangkir ochanya berminyak gitu bagian luarnya, dan di permukaan teh hijau tersebut ada semacam serpihan halus berwarna putih, jadi gue minta tolong diganti. Setelah diganti, cangkirnya udah gak berminyak, tapi di permukaan tehnya masih ada aja tuh serpihan putih. Karena pasrah, yaudah deh gue sendokin permukaann tehnya dan gue pindah ke saucer alias wadah buat kita meracik saus, gue berharap resto ini bisa lebih teliti lagi untuk hal yang mungkin kelihatannya sepele seperti ini.
Lanjut ke makanan, nasi goreng dengan porsi normal dilengkapi tiga potongan gindara fillet goreng tepung. Keseluruhan lumayan kok rasanya, walaupun gak 'wah' tapi boleh lah. Porsinya enggak sebesar yang gue bayangkan, tapi masih oke mengingat ada gindara fillet dengan harga 30an ribu rupiah. Penampakan nasi gorengnya ala asia yang agak pucat dan dominan rasa bawangnya, apalagi ditaburi bawang putih goreng kering, dan rasanya juga pas kalau dilengkapi dengan tempura gindaranya. Fillet gindaranya juga layaknya fillet ikan yang ditempura pada umumnya, basic tapi tetep jadi comfort food. Dan selalu ada kecap asin dan cabe bubuk yang bisa dikreasikan sesuai selera buat tambahan dari makanan yang kita pesan.Menu yang dipesan: Nasi goreng gindara, hot ocha
Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000Makasih Infonya!Kamu belum login, klik di sini.1 pembaca berterima kasih.
-
4.0Hochiak Kopitiam [ Sarijadi, Kafe ]
Glad I found this one
Di ruko-ruko Setrasari Plaza ternyata banyak pilihan tempat makan yang asik, dan salah satunya adalah Hochiak ini. Berkonsep seperti kopitiam, pilihan makanannya sangat beragam, mulai dari snacks atau appetizer, nasi, mie, dan lain-lain. Interiornya pun seru, nuansa kayu yang mendominasi bertemu dengan interior bernuansakan peranakan menghadirkan kesan kopitiam yang kuat. Menu andalan gue dsini adalah Nasi Goreng Spesialnya, comfort food berupa nasi goreng paket lengkap deh pokoknya, pakai telur segala dan porsinya juga cukup mengenyangkan. Selain itu beberapa teman gue juga menjagokan Nasi Capcaynya dengan porsi yang besar, dan yang unik disini adalah nasinya ada di dasar mangkok, kalau sekilas pandang cuma semangkuk mangkok besar denganĀ capcay kuah kental aja. Tapi kali ini gue coba untuk menjajaki menu lain yang belum sempat gue coba, dan itu adalah Nasi Hainam Ayam. Pas datang ternyata porsinya lumayan gede, nasinya cukup generous dengan aroma tipikal nasi hainam harum dan ada sedikit aroma bawang. Nasi Ayam Hainam memang erat gambarannya dengan ayam rebus dan bumbu bawang putih dan minyak wijen, dan begitupun dengan nasi hainam di Hochiak ini. Presentasinya juga bagus, selain ayam dan nasi, ada bumbu-bumbu yang bisa kita kreasikan: sambal, bawang putih goreng in oil, dan juga semacam kecap yang dicampur minyak wijen. Biasanya selain ketiga bumbu ini, gue akan tambahkan juga chili oilnya. Rasa Nasi Hainamnya enak tanpa aroma ataupun rasa yang terlalu menonjol, lebih ke arah subtle mungkin ya walaupun gak tawar juga rasanya. Setelah gue tambahkan bumbu, jadilah nasi ayam terbaik buat makan siang kali ini, ayamnya yang udah dibalur bumbu dan sambal juga nasi dengan aroma jahe dan bawang putih sangatlah pleasurable. Gue juga pesan Bakso Gorengnya (isi 5) yang lumayan digemari, baksonya agak kopong di tengah tapi rasanya legit yang mungkin berasal dari udang dan ayam, bukan bakso yang biasanya isi tepung diang sama udara saja. Dan yang memunjang baksonya adalah sambal bawang yang biasanya disajikan dengan si bakso goreng ini, bawangnya berasa dengan sedikit sensasi asam pedas. Biasanya untuk makanan kecil sambil santai sore, atau makan pagi, menu siomaynya juga (isi 4) sekedar buat camilan ataupun seperti dimsum session gitu, danpaling asik kalau ditambah chili oil tadi. Siomaynya oke lah, daging ayamnya juga berasa pas digigit walaupun masih sedikit terlalu bertepung buat gue. Untuk siomay mungkin agak hit and miss ya, di gue sih enak-enak aja, walaupun ada teman gue yang ngerasa siomaynya biasa aja.
Sejauh ini Hochiak adalah kopitiam yang makanannya belum pernah mengecewakan gue dengan pilihan yang juga beragam, serta pelayanannya juga lumayan memuaskan. Untuk tempat memang gak senyaman kopitiam modern lainnya, apalagi disini gak ada ruangan indoor dengan AC, tapi hal tersebut not a big deal buat gue.Menu yang dipesan: Siomay, Bakso Goreng, Nasi Capcay, Nasi Hainam, Nasi Goreng Spesial
Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000Makasih Infonya!Kamu belum login, klik di sini.3 pembaca berterima kasih.
-
4.0Chandalah [ Braga, Kafe ]
Boleh juga nih
Mampir kesini saat udah malam dan tempat mungil ini cukup mengundang dengan jendelanya yang seperti etalase toko, cahaya terang dan hangat membuat tampilan depannya cukup menarik, apalagi dengan pajangan motor antiknya. Menunya cukup beragam, mulai dari appetizer sampai nasi dan roti, bahkan indomie juga ada. Gue akhirnya pesan Roti Bakar Telur, karena gue lebih suka dadar dibanding ceplok, jadilah gue minta telurnya didadar, minumnya teh tawar aja, lagi diet ceritanya. Soal dekorasi gue cukup appreciate, lighting oke, pemilihan furnitur juga unik walaupun beberapa rak yang jadi bagian dari interior dan dipakai buat display komik agak janggal, tapi tetep fungsional dan memungkinkan kita buat cuci mata, apalagi power outlet juga tersedia memadai hampir di tiap meja. Pas pesanan datang, kesan pertamanya adalah lucu juga tampilannya, roti bakar disajikan diatas cutting board kayu dengan roti yang cukup tebal dan terseliplah telur dadar diantaranya, plus diguyur sedikit susu kental manis. Tampilannnya yang unik juga mendukung rasanya, ya roti panggang telor dadar gimana sih rasanya, pasti udah ketebak kan? Tapi penggunaan susu kental manis cukup memberikan rasa yang beda ke roti bakar yang lebih condong ke arah asin rasanya, apalagi rotinya tuh tebal dan crispy luarnya, bukan tipe roti yang tebal tapi kempes pas dipotong, style yang berbeda memang. Teman gue yang pesan roti kukusnya juga mengakui kalau rotinya enak dan lembut, sayangnya saus srikayanya masih belum bisa bikin dia berpaling dari roti kukus jakarta. Plus point buat gue adalah teh tawarnya disajikan di cangkir yang lumayan gede, puas deh gue yang doyan ngeteh ini, rasa juga balanced, gak yang kebanyakan air, tapi gak strong juga. Di sisi lain, gue berharap dekor yang cukup cozy bisa lebih dimatangkan eksekusinya, terus seiring kita ke toilet, baru berasa suasana gedung lamanya, bahkan seinget gue gak ada wastafel untuk cuci tangan. Semoga bisa lebih rapih toiletnya. Untuk layanannya juga staffnya ramah dan juga cukup membantu dalam menjelaskan menu. Boleh juga kalau sore-sore cari tempat santai di sekitaran braga.
Menu yang dipesan: Roti Bakar Telor, roti bakar strawberry, roti kukus srikaya
Harga per orang: < Rp. 50.000Makasih Infonya!Kamu belum login, klik di sini.
-
2.8Fukuzushi [ Trunojoyo, Jepang ]
Not impressed
Fukuzushi terkenal sebagai alternatif yang terjangkau akan japanese fusion cuisine, umumnya sushi. Outlet yang terletak di sekitaran riau ini menurut gue adalah salah satu yang pertama dengan luas lahan yang paling besar juga. Letaknya di jl. Bahureksa, yang memang terdapat pilihan tempat kuliner yang beragam.
Dari segi tempat, dekorasinya cukup nyaman dengan nuansa dominan kayu dan besi berwarna gelap, lightingnya juga temaram menghasilkan suasana intim dan hangat, di belakang juga ada bagian outdoor dengan taman kecil yang seating areanya diisi meja tinggi yang memanjang. Disini kita bisa pilih antara paket sll you can eat atau ala carte, bedanya di menu ala carte ya kita bisa pilih semua menu dengan hitungan per porsi sedangkan ayce dibatasi hanya beberapa menu tertentu. Satu hal yang terasa adalah kalau harganya gak bisa dibilang murah juga. Well, memang ada menu yang murah tapi kebanyakan hanyalah menu sushi yang didominasi kriuk alias tepung goreng, saus mayo, dan sedikit sayuran.
Meskipun begitu, bukan berarti semua menunya gak enak, gue masih menemukan menu yang oke kok seperti volcano roll (kalau gasalah namanya) tapi memang kisaran harganya tidak bisa dikategorikan sebagai terjangkau juga. Menu premiumnya juga kebanyakan dilengkapi saus mayo, imbasnya rasanya dominan di mayo atau rasanya mirip semua antara satu menu dengan lainnya.
Selain itu dari segi layanan, servicenya agak lama dan kurang tanggap, beberapa pesanan datang setelah lama menunggu padahal kondisi resto saat itu juga tidak ramai. Bahkan perlu sedikit usaha untuk memanggil staffnya walau staffnya juga gak terlihat kurang orang juga. Selain itu, saat kedatangan kondisinya agak pengap karena kebanyakan ac masih belum dinyalakan, padahal sudah jam maksn siang di hari libur nasional juga.
Semoga manajemen bisa lebih mengembangkan kualitas serta varian menunya juga standar pelayanannya. Bicara soal harga, yah gak bisa dibilang murah juga meski masih bisa dibilang terjangkau.Harga per orang: Rp. 100.000 - Rp. 200.000Makasih Infonya!Kamu belum login, klik di sini.1 pembaca berterima kasih.
-
4.0Moonbucks Coffee [ Pasir Koja, Kafe ]
Slow but steady
Di jalan Pasir Koja yang notabene agak gersang, bertenggerlah sebuah tempat ngopi mungil di pojokan gedung hotel New Moonlight. Tempat yang spacenya terbatas dibikin cukup nyaman dengan interior industrial minimalis, dan power outletnya ada hampir di tiap tempat duduk. Dari beragam pilihan yang ditawarkan di kafe ini, beberapa menu yang sudah dicoba diantaranya adalah Vietnam Drip, Hazelnut Latte, Es Kopi Moonbucks, Brown Sugar Milk Tea. Mostly minuman disini sangatlah refreshing, tapi gue adalah orang yang kurang suka manis-manis (makanya biasanya black coffee atau teh aja pesennya), malah lebih suka yang asin-asin lidah ini.
Menurut gue dari menu-menu lucu yang gue coba, kebanyakan rasanya heavy on sugar, which is no big problem, tapi gue rasa bisa toned down sedikit. Beberapa menu yang bisa dikoreksi penggunaan gulanya seperti di Brown Sugar Milk Tea dan Hazelnut Latte. Untuk Hazelnut Latte, rasa nutty-nya memang didukung buat lebih terasa dengan adanya sensasi manis, sedangkan buat Brown Sugar Milk Tea, a tad bit too sweet buat gue, lalu milk teanya malah jadi kurang berasa. Lain halnya dengan Es Kopi Moonbucks yang jadi signature, es kopi susunya pakai gula aren, jadi kalo masih baru dibikin, di gelas keliatan tuh ada endapan gulanya di dasar gelas. Di kopi susunya malah cenderung kurang mantap, kurang di body gitu. Hal ini bisa diperbaiki dengan cukup sederhana asalkan perbandingan kopi, gula, dan susu atau krimnya bisa disesuaikan lebih lanjut. So I'll stick to brewed teas atau black coffee. Untuk Iced Americano oke kok, I mean it's iced black cofee afterall, jadi rasanya ya oke2 aja. Oiya saat main kemari, mostly kopinya terasa light, bisa jadi juga temanya lagi pakai beans yang medium light roast, jadi seperti di americano, rasanya lebih balanced. Untuk Vietnam Dripnya, mungkin kesannya watery, tapi mungkin karakter kopi yang light tersebut punya andil atas rasa yang terkesan watery. Vietnam Drip bisa jadi agak tricky, kopi yang light akan menghasilkan kesan watery dan agak asam (balik ke beans dan roastingan juga kali ya), sedangkan condensed milk yang kalaupun ditambah akan bikin rasanya kemanisan dan bisa overpowering si kopinya, so it's a nice challenge for them to work on their formula.
Selain itu ada camilan asin juga disini, ada bakso goreng yang seporsi isi 3, lumayan buat cemilan sore. Ada juga pisang molen dan juga batagor. Batagornya dipotong agak tipis dengan saus kacang, irisan tipisnya nya bikin tekstur jadi garing dan enak buat dicocol saus. Rasa batagornya juga enak, gak yang berat di tepung dan ikannya masih berasa.
So far, Moonbucks seolah lagi dalam proses ke arah yang lebih mantap meskipun akan banyak improvement yang akan dihadapi. Dan tempat ini adalah a nice addition di jalan pasir koja, memberikan warna tersendiri buat pilihan nongkrong sambil ngopi-ngopiMenu yang dipesan: Hazelnut Latte, Vietnam drip, Es Kopi Moonbucks, Iced Americano, Brown Sugar Milk Tea
Harga per orang: < Rp. 50.000Makasih Infonya!Kamu belum login, klik di sini.1 pembaca berterima kasih.
-
3.8Mie Keriting Babakan Jeruk Nikmat [ Sarijadi, Indonesia ]
The hidden gem
Gak nyangka di daerah perumahan yang gak banyak penjual makanannya bisa ketemu restoran kecil nan sederhana yang jualan makanan enak. Lokasinya ada di Jl. Babakan Jeruk 5 di samping de orange guesthouse. Kedai makan yang mengambil sebagian area dari rumah sang ownernya ini sangat sederhana, cuman ada sekitar 3 meja makan. Menu-manu yang ditawarkan juga menu chinese food ala rumahan, mulai dari nasi tim, nasi goreng, kwetiaw goreng, mie goreng, mie ayam,dll. Favorit gue adalah Nasi goreng dan mie gorengnya juga sama bihun goreng. Nasi gorengnya ala asia jadi warnanya masih agak putih karena bukan tipe nasi goreng yang base bumbunya kecap manis, toppingnya juga ada udang dan bakso ikan yang bikin makin sedap. Nah untuk mienya, gue udah coba beberapa menu mie yang ada disini. Mie ayam dan mie gorengnya perlu dicoba, kalo gak percaya liat aja review orang-orang di google maps hehehe. Untuk mie goreng, toppingnya masih berkutat pada telur orek, udang, dan bakso ikan. Mie ayamnya juga seru, mie ayam rumahan dengan pelengkap telur rebus pindang yang agak kecoklatan. Uniknya adalah mie disini home made alias dibikin sendiri sama ownernya dan kalo gak salah memang gak pakai msg juga, plus point buat resto ini. Ada juga mie udang bombay, jadi semacam lomie kuah kental dengan aksen ebi dan bawang, ada tomat, tahu, tauge, juga telur rebus juga sebagai toppingnya. Rasa mie bombaynya humble dan kayak masakan rumahan, boleh dicoba nih. Tapi karena gue kurang suka makanan becek, jadi gue akan lebih berpihak ke nasi, bihun, dan mie gorengnya. Oiya ada kwetiau goreng juga disini, tapi karena style mie dan kwetiau goreng disini bukanlah style goreng kering, jadi terasa agak basah buat gue. Sempet kejadian juga pas makan kwetiau gorengnya agak basah teksturnya, jadi buat menu gorengan gue akan berlabuh ke nasi, bihun dan mie gorengnya.
Harga per menu gak sampai 30rb, makin terlesan deh gue sama resto ini. Dan gue rasa istilah hidden gem boleh lah diberikan ke tempat yang berhasil bikin gue terkesan.Menu yang dipesan: Mie Goreng, Nasi Goreng, Bihun Goreng, Mie Ayam, mie udang bombay
Harga per orang: < Rp. 50.000Makasih Infonya!Kamu belum login, klik di sini.1 pembaca berterima kasih.
-
3.4Bamboo Shack Cafe [ Dago Atas, Kafe ]
Nice to have, nice to know
Mampir kemari sewaktu berada di daerah dago pas jam makan siang. Tempatnya di samping Sate Pak Kumis, dan menariknya adalah di lantai duanya ada The Peak yang menjual liquor, wine, atau soju. Tempatnya sendiri gak terlalu besar, tapi cukup nyaman buat nongkrong atau sekedar makan siang. Ada bagian dimana temboknya diukir membentuk gambar yang menyerupai Cepot dan tokoh-tokoh lainnya, sungguh nyeni deh temboknya. Di bagian dalam juga banyak koeksi buku lawas yang bisa kita baca ataupun dibeli sebelum akhirnya kita menemukan tangga ke lantai dua dimana terdapat seating are juga yang tergabung dengan adanya outlet liquor store The Peak. Dan yang berkesan adalah mereka punya menu yang cukup beragam, ada tandanya juga untuk menu yang specialty dan menu-menu vegetariannya.
Karena waktu makan siang itu cukup terbatas, jadilah gue pesan menu yang simpel dan relatif gak ribet makannya. Kebetulan di meja ada chef's recommendation yaitu Fish and Chips dan minumnya green tea. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, pesananku pun datang dengan porsi yang cukup besar dan lengkap dengan lemon wedges dan salad. Saus tartarnya terasa home made, rasanya simpel dan bisa dibilang cukup klasik, untuk ikannya penampilannya cuku beda dengan Fish & Chips yang biasa gue temui. Kalau fillet dorinya biasanya berbentuk chunks dengan lapisan tepung yang agak bergelombang, disini tampilannya lebih seperti katsu ikan, 2 keping potongan fillet pipih yang dibalur tepung roti sepertinya, jadi hasilnya jadi seperti fish katsu. Rasanya sendiri nice, walaupun tiada sesuatu apa yang spesial, it was just another fish & chips. Saladnya juga cukuo menyenangkan, ada selada, irisan paprika dan juga saus thousand island yang kalau dimakan dnegan ikan dan kentang gorengnya cukup segar dan menggugah selera. Untuk kentangnya saat gue makan dengan fillet ikannya enak dan emang klop banget, tapi saat gue makan kentangnya doang pas ikannya udah abis, rasanya agak asin buat gue, mungkin bisa dikurangi penggunaan garamnya. Plus point buat kentangnya adalah rasanya cukup menyenangkan, ada aroma dan rasa yang mirip dengan potato chips versi original yang bisa kita beli di pasar swalayan, thanks to salt and pepper in the play. Untuk service juga oke, pelayannya ramah dan berasa main ke tempat nongkrong yang familiar. Dan tempat ini juga menyediakan berbagai macam beer, jadi pilihan menu kala nongkrong bisa lebih berwarna.Menu yang dipesan: Fish and Chips
Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000Makasih Infonya!Kamu belum login, klik di sini.1 pembaca berterima kasih.
-
4.0Chew by Red Bean [ Sukajadi, China ]
Asian with a twist
Beberapa kali sempat lihat branding bernama Chew ini, dari linimasa media sosial sampai logo di botol, sampe staff yang kebetulan lalu lalang di mall PVJ (brandingnya boleh juga). Untuk makan siang akhirnya melipirlah kemari, suasananya modern, bagian luarnya berlimpah pencahayaan alami dari sinar matahari, meja dan bangku juga dipenuhi nuansa putih minimalis yang clean. Untuk bagian dalam, suasananya lebih banyak unsur kayu dan kesan rustic dari tembok bernuansa batu bata yang kayaknya sih wallpaper doang ya, lampu berwarna warm juga menunjang suasanya indoor yang kebanyakan diisi dengan elemen kayu dan besi.
Langsung ke menu makanan, ternyata gue baru tau kalau Chew adalah versi pembaharuan dari resto yang mungkin selama ini udah kita kenal sebagai Redbean, kali ini dengan konsep yang lebih kontemporer sepertinya. Kalau di redbean kita akan menemukan menu-menu oriental atau chinese food influence yang kuat, disini menunya lebih modern dan well...eklektik. Gue pesan Seafood Bechamel Baked Rice, yang rasanya creamy dan fulfilling, jadi baked rice berlumur saus creamy bechamel dengan topping udang dan crabstick lengkap dengan mozzarella cheese on top. Rasanya menu ini bisa dimakan untuk dua orang, tapi kalo gue sih bisa kok abis sendiri; kapasitas perut monster nih kayaknya. Rasa dari baked ricenya selain creamy juga cukup cheesy yang mungkin bisa bikin orang cepet merasa kenyang, untungnya topping seafood cukup menyeimbangkan rasa cream dengan rasa yang gurih serta tekstur yang kenyal, cabe dalam bentuk saus ataupun oil akan cukup membantu nambah rasa dan balaacing juga menurut gue.
Kemudian seorang kawan makan gue siang itu memesan White Curry Chicken Ramen, jadi ramen berkuah putih yang dasarnya adalah kuah santan dengan topping grilled chicken dan telur rebus. Lagi-lagi porsinya cukup bikin perut terisi, buat seorang sih pas lah. Kuahnya nih yang unik, meskipun white curry yang harusnya berkuah rich dan agak kental di bayangan gue, ternyata kuahnya cukup light dan rasa karinya juga lembut. Untuk ramen white curry ini, ada chili oil juga yang ditaruh diatas sendok,jadi caranya mungkin kita bisa campur ke kuah karinya supaya melengkapi pengalaman bersantap ramen unik ini. Pas gue coba chili oilnya, rasanya gak terlalu pedas dan yang gue perhatikan adalah adanya endapan semacam remah-remah seperti serundeng - mungkin kelapa sangrai- dalam chili oilnya yang bikin rasanya gak cuma pedas, tapi gurih dan menonjolkan rasa kari dalam ramennya. Topping grilled chicken enak terus tender juga, rasanya condong ke grilled chicken yang rasanya agak manis gurih jadi bisa akur sama tema kuah karinya.
Sejauh ini ada beberapa menu yang menarik buat dicoba, seperti satay toast. Roti panggang tebel gitu ditopping grilled satay gimana coba tuh ya? Jadi gue rasa sangatlah menyenangkan kalau tau ada tambahan referensi makan di PVJ mall yang beragam menunya, akan cukup sering nih mampir kemari.Menu yang dipesan: Seafood bechamel baked rice, white curry chicken ramen
Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000Makasih Infonya!Kamu belum login, klik di sini.1 pembaca berterima kasih.
-
3.8Sumoboo [ Sukajadi, Dessert ]
Tempat nongkrong buat yang bosen ngopi.
Kalau lagi kebetulan main ke Paris Van Java Mall, Sumoboo yang imagenya cute banget ini ternyata asik juga buat duduk-duduk santai, apalagi kalau bosen sama pilihan nongkrong yang mungkin terasa begitu-begitu aja. Lokasinya sendiri di lantai dasar (disebutnya Resort Level) di area kafe dan resto, searea KFC, Bakerzin, dan Fish & Co. Layaknya outlet-outletnya di jakarta, konsepnya didominasin unsur kayu-kayuan pada interiornya dan juga dilengkapi rumput sintetis di lantai. Yang gue suka dari tempat ini adalah pilihan dessertnya yang variatif, ada juga pilihan-pilihan milk tea atau bahkan teh biasa. Favorot gue sendiri adalah Kakigori alias es serut dengan beberapa varian rasa yang dilengkapi scoop es krim vanilla. Presentasinya serupa muka beruang gitulah ceritanya. Selain itu Mango Juice Yakultnya juga seger, rasanya balance antara manis dan asam, aromanya mangga dan yakult juga match, kombinasi sukses buat yakul based drink. Uniknya ada juga Kiwi juice yakult yang recommended di menu disini, tapi gue belum akan coba kalau mampir kemari lagi. Dan yang gue hargai adalah pilihan tehnya yang lumayan lengkap, ada oolong tea, black tea, lemon tea, atau jasmine tea buat orang yang gak terlalu suka teh manis seperti gue. Buat makanan, pilihannya juga banyak, mulai dari camilan seperti hot dog sampai dengan naked ramen yang tampilannya kayak mie goreng, jadi sebenernya ini tuh ramen versi kering. Oiya, mereka juga kadang menghadirkan menu-menu seasonal seperti menu nasi kari, atau sempat ada varian menu fried rice beragam rasa. Balik ke dessert, temen gue pesan Rainbow Cotton Candy kalo gak salah namanya, dan ini disarankan buat makan rame-rame dan untuk orang yang memang suka makanan manis ya. Presentasinya semacam mangkok kecil berbentuk bak mandi yang ditutupi cotton candy bulat berwarna kombinasi putih-pink-hijau. Setelah cotton candynya sedikit, bisa diangkat untuk menemukan tiga scoop es krim dalam mangkoknya yang rasanya diwakili sama warna cotton candynya; pink untuk strawberry, putih untuk vanilla, dan hijau untuk matcha.
Tempatnya lumayan nyaman, service juga ok. Nextnya gue akan coba menu-menu makanan savorynya plus beberapa pilihan teh mereka untuk acara ngeteh sore santai.Menu yang dipesan: KakiGori, Mango Juice Yakult, rainbow cotton candy
Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000Makasih Infonya!Kamu belum login, klik di sini.