Fakta Nasi Jamblang Khas Cirebon yang Disajikan dengan Daun Jati

5 Februari 2023 | 0 Komentar

Indonesia memiliki kekayaan ragam kuliner yang membuat kita selalu takjub karena memiliki perpaduan rasa yang berbeda-beda. Masing-masing daerah di Indonesia selalu memiliki ciri khas rasa yang unik hingga tampilan yang berbeda. Salah satu daerah yang punya keberagaman kuliner adalah Cirebon. Kota yang mendapat julukan sebagai Kota Udang atau kota petis ini punya satu kuliner yang sangat unik, yakni nasi jamblang. Mendengar namanya saja, kamu pasti akan menduga-duga seperti apa kuliner yang dianggap sebagai kuliner rakyat ini. Di balik kelezatannya, nasi jamblang ternyata menyimpan fakta-fakta unik di baliknya. Kira-kira, apa saja faktanya? Kita bahas sama-sama yuk!



Sumber: Idntimes.com



1. Dibungkus dengan Daun Jati

Fakta nasi jamblang khas Cirebon yang pertama adalah kuliner ini disajikan dengan daun jati sebagai pembungkusnya. Rata-rata kuliner di Indonesia menggunakan daun pisang sebagai pembungkus, tapi tidak dengan nasi jamblang yang menggunakan daun jati. Alasan utama penggunaan daun jati adalah karena memang daun jati lebih mudah dijumpai dan didapat secara gratis oleh masyarakat Cirebon. Alasan lainnya adalah karena daun jati tidak mudah sobek dan bisa membuat makanan tidak cepat basi sehingga makanan bisa tahan lebih lama. Tidak hanya itu saja, daun jati juga punya banyak khasiat untuk kesehatan, salah satunya adalah bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

 

2. Sudah Ada Sejak Abad ke-18

Fakta nasi jamblang khas Cirebon yang lainnya adalah nasi ini awalnya hanya diperuntukkan bagi para pekerja dan buruh saja. Nasi jamblang muncul di sekitar tahun 1847. Pada saat itu, Indonesia masih dalam masa penjajahan Belanda. Di tahun tersebut, Belanda membangun tiga pabrik besar, yakni satu pabrik gula di Plumbon, satu pabrik gula di Gempol, dan satu pabrik spiritus di Palimanan. Ketiga pabrik besar itu menyerap banyak tenaga kerja sehingga ada banyak pekerja yang berasal dari Cirebon dan sekitarnya. Pada masa itu masih belum ada penjual nasi karena ada anggapan kalau pamali atau tabu jika masyarakat pribumi menjual nasi.


3. Berawal dari Sedekah Nasi untuk Buruh dan Pekerja

Berhubung tidak ada penjual nasi, maka para pekerja kesulitan mendapat makanan. Melihat hal tersebut, seorang pengusaha pribumi yang bernama H. Abdul Latief meminta sang istri yang seorang keturunan Tionghoa bernama Tan Piauw Lun atau yang disapa dengan nama Nyonya Pulung untuk membuatkan nasi bungkusberupa nasi putih dengan lauk yang dibungkus daun jati untuk disedekahkan pada para pekerja. Kegiatan ini berlangsung cukup lama dan para pekerja merasa tidak enak karena diberi makanan gratis terus. Mereka lantas memberikan sedikit uang untuk mengganti biaya bahan baku.Dari sinilah nasi jamblang kemudian mulai diperjualbelikan hingga sekarang.

 

4. Merupakan Nasi Campur Khas Cirebon

Fakta nasi jamblang khas Cirebon yang terakhir adalah nasi ini sebenarnya termasuk dalam kategori nasi campur. Nasi jamblang adalah nasi yang disajikan bersama dengan aneka lauk pauk di dalamnya. Jenis lauk pauknya bisa beragam, tapi yang paling banyak digunakan adalah sambal goreng, semur daging, sate kentang, telur dadar, ikan asin, dan sebagainya. Nasi dan lauk pauknya tersebut diletakkan di atas daun jati. Jika disantap di tempat, maka piring akan dialasi daun jati, tapi jika dibawa pulang, maka daun jati akan dijadikan sebagai pembungkusnya.

 

Itulah sekilas fakta nasi jamblang khas Cirebon yang disajikan dengan daun jati. Buat kamu yang ingin menyantap aneka kuliner khas Indonesia lainnya, di bawah ini ada beberapa rekomendasi tempat makan yang punya rasa enak, yuk mampir!

Lumpang Emas

Nasi Akwang

Roemah Legit

Nasi Kapau Langganan

Nasi Kuning Pungkur


Topik artikel ini: