Logo Ringkasan PergiKuliner Logo Ringkasan PergiKuliner

Asal Usul Edamame Kacang Jepang yang Aslinya dari Tiongkok

List Artikel
9 Desember 2020 | 0 Komentar

Kacang edamame menjadi salah satu jenis kacang-kacangan yang kerap kali kita jumpai di beberapa kuliner asing, mulai dari kuliner khas Jepang hingga kuliner khas Hawai. Kacang edamame selalu menjadi appetizer atau hidangan pembuka sebelum menyantap kuliner Jepang, baik itu ramen, katsu, udon, dan lain sebagainya. Kacang edamame juga sering kita jumpai pada olahan kuliner khas Hawai seperti poke bowl. Kacang edamame memiliki tampilan warna hijau yang sangat menarik dengan bentuk yang terbilang lebih besar jika dibandingkan dengan kacang tanah atau jenis kacang lainnya. Edamame biasa dimasak dengan cara direbus bersama dengan kulitnya lalu ketika aka dikonsumsi, kulit edamame akan dikupas terlebih dahulu. Tekstur kacang edamame sangat lembut dengan cita rasa yang sedikit manis. Kacang ini memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh, maka tak heran kalau kacang edamame juga sering dijadikan sebagai menu santapan vegetarian atau menu diet sehat.

 


Sumber: Pergikuliner.com


Selama ini kita menganggap kalau kacang edamame ini asalnya dari Jepang karena memang penamaannya berasal dari bahasa Jepang yang artinya "kacang di batang". Tapi tahukah kamu kalau ada sebuah fakta yang mengejutkan kalau kacang edamame ini ternyata asal muasalnya bukan dari Jepang, tapi dari Tiongkok. Menurut sejarahnya, asal usul edamame muncul pada abad 200 SM di Tiongkok. Di negara asalnya, kacang edamame ini dinamakan "mao dou". Awalnya kacang edamame ini bukan dikonsumsi sebagai makanan cemilan maupun appetizer melainkan dijadikan sebagai tanaman obat yang bisa mengobati beberapa macam jenis penyakit. Kacang edamame dipercaya sangat baik untuk kesehatan karena di dalamnya punya kandungan antioksidan tinggi sehingga dapat menghancurkan lemak dalam tubuh, menjaga fungsi jantung, dan bisa menurunkan darah tinggi. Tak hanya itu saja, kacang edamame juga dapat menjaga kesehatan mata, mempercepat proses pembekuan darah, mengurangi risiko kanker karena di dalamnya terdapat kandungan isoflavin yang mampu mengurangi jenis kanker prostat dan kanker payudara.



Sumber: Pergikuliner.com 


Lantas bagaimana bisa kacang edamame dikira berasal dari Jepang? Pada tahun 972 M, kacang edamame dibawa oleh para pedagang Tiongkok ke Jepang dan mulai diperdagangkan di sana. Meski sudah diperdagangkan, tapi masyarakat Jepang belum langsung membudidayakannya. Ketika abad ke-19, asal usul edamame mulai tersebar ke beberapa penjuru dunia, tak hanya di Jepang saja tetapi juga di Indonesia. Pada saat itulah masyarakat Jepang mulai membudidayakannya sendiri di negara mereka supaya kebutuhan akan kacang edamame bisa terpenuhi dengan baik tanpa harus mengandalkan impor dari Tiongkok. Meski asalnya dari Tiongkok, tapi uniknya produksi kacang edamame di Jepang melebihi Tiongkok. Produsen komersial edamame terbesar di dunia adalah Jepang. Jepang juga merupakan importir kacang edamame terbesar di dunia. Tercatat per tahunnya produksi kacang edamame di Jepang bisa mencapai hingga 100 ribu ton lebih.

 


Sumber: Pergikuliner.com


Di Indonesia, kacang edamame sendiri sudah mulai dibudidayakan di Lembang pada tahun 1900-an. Budidaya kacang edamame di Indonesia dilakukan guna memenuhi kebutuhan akan kacang edamame pada masyarakat Jepang yang tinggal di Batavia pada masa itu. Setelah Lembang, daerah lain seperti Bogor, Jember, Kendal, dan Wonosobo juga menjadi daerah budidaya kacang edamame hingga saat ini. Kacang edamame bisa tumbuh dengan subur di Indonesia sehingga kamu bisa menikmatinya dengan harga yang sangat terjangkau.

Pokinometry

Foto Pokinometry
Foto Pokinometry
Foto Pokinometry

Limu Poke Shop

Foto Limu Poke Shop
Foto Limu Poke Shop
Foto Limu Poke Shop

Spinfish Poke House

Foto Spinfish Poke House
Foto Spinfish Poke House
Foto Spinfish Poke House

Honu Poke & Matcha Bar

Foto Honu Poke & Matcha Bar
Foto Honu Poke & Matcha Bar
Foto Honu Poke & Matcha Bar

Fedwell

Foto Fedwell
Foto Fedwell
Foto Fedwell

Topik artikel ini:
0 Komentar
[ ... ]

Bagaimana ringkasan ini menurut pendapatmu?