Foto Profil Handi Suyadi

Handi Suyadi

329 Review | 116 Makasih
Level 9
Filter Catatan
Urutkan berdasarkan: Tanggal
  • 4.6  
    Imperial Kitchen & Dimsum [ Cibubur, China ]

    Mencoba Menu LTO

    Di Imperial Kitchen sedang ada promo LTO Chef Recommendation. Akhirnya tertarik mencoba 1 menu LTO, yaitu Ikan Dori Goreng Ala Imperial. Menu berikut belum tentu jadi menu permanen. Ada kemungkinan hanya tersedia terbatas selama durasi diadakannya promo LTO.

    Ikan Dori Goreng Ala Imperial (8.5/10)
    Pada bagian luar ikan dori diberikan taburan bumbu bubuk racikan sendiri. Rasa bumbunya beragam, ada yang asin, gurih, dan sedikit pedas. Namun bukan tipe yang terlalu asin. Kombinasinya cukup seimbang. Sayang, bubuk tidak ditaburkan secara merata. Ada potongan atau bagian tertentu gorengan yang tidak mendapat balutan bumbu.
    Gorengan cenderung lembut, jadi tidak perlu susah payah untuk mengunyah. Gorengan disajikan berupa bite size.
    Sebagai pemanis, topping diberikan bawang putih goreng. 

    Imperial Kitchen & Dimsum cabang Living World Kota Wisata termasuk cukup besar. Terdapat banyak tempat duduk. Lokasinya sangat strategis. Dekat akses ke WC dan Kidzoona. Cocok untuk keluarga karena mayoritas menu Imperial Kitchen & Dimsum lebih cocok untuk dimakan sekeluarga. 

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!




  • 3.8  
    Ichiban Sushi [ Cimanggis, Jepang ]

    Lamban Saat Tidak Ramai

    Jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, tampaknya Ichiban Sushi (at least) sudah mendengar kritikan konsumen mengenai kualitas menu yang tidak berbanding lurus dengan harga jual. Agak mendingan dari segi rasa dan penampilan. Penataan menu tak terlihat murahan lagi.

    Beef Teriyaki Donburi (8.5/10)
    Bumbunya meresap. Porsi daging juga berlimpah. Entah mengapa karena alasan yang tidak diketahui, nori yang muncul di gambar malah tidak ada.
    Porsi nasi juga banyak. Seimbang dengan porsi daging.
    Menu disajikan dengan 1 buah telur. Bisa request matang atau setengah matang.

    Gyoza (8/10)
    Pilih versi steamed. Steamed di sini maksudnya adalah dikukus. Jadi tampil seperti pangsit rebus. Walaupun dikukus, tapi rasa masih seperti gyoza pada umumnya.
    Isian banyak. Rasanya cenderung minimalis. Sepertinya ada elemen yang absen. 

    Chicken Yakiniku Bento (N/A)
    Tidak mencoba. 

    Bubuk cabe yang disediakan di meja malah tidak pedas sama sekali.

    Pelayanan termasuk lamban. Pesanan keluar lama meski saat itu restoran tidak ramai. Saat itu hanya ada tiga meja yang pesan menu. Jujur agak aneh, karena menu yang dipesan bukan tipe menu yang susah dibuatnya.

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!




  • 4.0  
    Kaca Mata [ Kelapa Gading, China ]

    Ciri Khas Ada di Chasio

    Nasi Campur termasuk menu yang agak sulit untuk menonjolkan ciri khas dari segi varian daging. Pada kebanyakan kasus, hampir semua nasi campur tampil nyaris seragam. Kaca Mata membuktikan bahwa menu nasi campur versi Kaca Mata memiliki kekhasan yang mudah dikenali, yaitu chasio. Oleh karena itu, Kaca Mata terkenal karena chasio yang terkenal dengan kerenyahannya.

    Nasi Hainam Campur (8.5/10)
    Isinya lengkap dengan porsi lauk yang banyak. Ada chasio, ayam panggang merah, samcan, dan setengah telur pindang. Tentu saja rasa lauk bervariatif dari manis, gurih, dan asin. Sayangnya khusus samcan terlalu asin. Jauh lebih asin dari lauk lainnya dan nasi hainam. Chasio benar-benar renyah, meski bagian ujung chasio gosong.
    Nasi hainam terasa gurih. Walaupun tidak ada wangi yang sedap tercium di hidung, namun nasi hainam sama sekali tidak terasa hambar di lidah.
    Menu disajikan bersama saus hoisim yang manis dan 1 mangkok berisi kuah bening dan sayur asin.

    Kaca Mata cabang Kelapa Gading memiliki terlalu banyak karyawan, sampai ada karyawan yang nongkrong di depan gerai karena tidak ada pekerjaan yang mendesak untuk dilakukan. 

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!




  • 4.4  
    Fong Sheng [ Pasir Kaliki, China ]

    Kreativitas dalam Keterbatasan Jenis Bahan

    Fong Sheng termasuk restoran yang sempat naik daun di Bandung pada akhir tahun 2024.

    Satu hal yang cukup unik adalah penggunaan bahan baku dengan varian yang terbatas. Lebih sedikit apabila dibandingkan dengan beberapa kompetitor kenamaan. Bahan seperti potongan babi hadir dalam berbagai rupa dan jenis menu, baik pada menu mie, kuah mie, dim sum goreng, dim sum steam, nasi steam, hingga kuah. Walaupun pilihan menu terbatas untuk ukuran restoran dim sum, ajaibnya Fong Sheng malah memliki banyak pilihan menu berat. Jika ingin makan berat, tersedia menunya.

    Steam Nasi Babi Cincang (9/10)
    Sebenarnya kurang tepat disebut babi cincang. Daging babi justru disajikan dalam bentuk seperti patty. Teksturnya lembut. Terdapat siraman saus (Menggunakan bahan dasar kecap asin) di atas daging dan nasi. 
    Daging disajikan dengan topping bawang putih goreng.

    Steam Nasi Jamur Babi (9/10)
    Bumbu jamur babi cenderung light.

    Congfen Jamur Babi (8.5/10)
    Suka sama congfen yang legit dan tidak mudah hancur. Kuah pada menu terlalu banyak.

    Kuah Bakso Babi (8.5/10)
    Bakso terasa padat daging dan renyah. Teksturnya halus.
    Rasa kuah terasa ringan dengan wangi bawang putih goreng.

    Kuah Wantan (8.5/10)
    Wantan memiliki kulit yang tebal. Filling tidak terlalu banyak.

    Bakpao Telur Asin (9/10)
    Filling bakpao cenderung manis. Maka rasa asin pada telur asin cenderung tertutupi manisnya custard. Tekstur telur asin tetap ada.

    Steam Bakpao Babi (8.5/10)
    Bakpao tampil berbeda dengan Bakpao Telur Asin. Pada bagian atas lebih lancip.
    Karakter rasa isian agak berbeda. Terdapat daging babi dan daun bawang. Belum tentu semua orang bisa doyan.

    Baik menu dim sum dan menu nasi sama-sama enak semua. Karena faktor harga jual, porsi tidak terlalu besar.

    Secara umum, rasa menu di Fong Sheng rata-rata asin. Kabar baiknya, tingkat keasinan masih dapat diterima oleh semua kalangan.

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!




  • 3.8  
    Roti Srikaya Alin [ Kopo, Indonesia ]

    Apik

    Roti Srikaya adalah kuliner khas Singkawang. Salah satu penjual Roti Srikaya yang hadir di Bandung adalah Alin.

    Rotinya benar benar empuk. Mudah digigit. Mau dikukus atau tidak, semuanya empuk.
    Selainya juga berlimpah. Rasanya manis, tanpa aftertaste yang menyebalkan. Olesannya rapi. Dijamin puas.

    Packagingnya juga rapi. Diberikan beberapa lembar plastik sebagai pemisah antar roti. Tujuannya agar selai tidak berantakan.

    Harga per orang: < Rp. 50.000
    Makasih Infonya!




  • 4.8  
    Melting Moment [ Dipatiukur, Kafe ]

    Layak untuk Dikatakan Bagus

    Melting Moment menjual konsep cafe cantik ala Korea Selatan. Vibenya artistik, hangat, dan cerah. Menunya juga tampil cantik, terutama pada menu cake dan bing soo. 

    Pertama tahu dari konten di Instagram. Jujur agak skeptis dengan skor tinggi (5.0 dari 5.0! Hal tersebut sangat sulit untuk dicapai apabila reviews telah mencapai lebih dari 10) di Google Maps, mengingat sekarang banyak review palsu/bayaran di sana. Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, maka saat datang tidak banyak berekspetasi. Kira-kira sebatas berharap tidak zonk. Setelah dicoba, ternyata memang benar-benar bagus. 

    Seperti apa rupa es? Sekilas bentuknya seperti parutan coklat. Tetapi lumer setelah diaduk. Sepertinya es terbuat dari susu sapi, karena terasa aftertaste susu seperti rasa creamy. Rasa es tidak terlalu manis. Jika takut kemanisan bisa minta saus dipisah. Lewat saus dipisah, tingkat kemanisan bisa diatur sesuai selera. 

    Injeolmi Bingsu (9/10)
    Injeolmi dikategorikan sebagai rasa original khas Korea. Toppingnya ada kacang merah, irisan almond, dan bubuk kedelai. Kombinasi yang terlihat aneh bagi orang non Korea Selatan. Tapi bagi yang suka mungkin akan cocok.
    Topping tampil meriah. Setelah dicampur dapat merasakan berbagai tekstur, baik lembut, kenyal, dan renyah. Awas jangan sampai bubuk kedelai dan irisan almond.
    Saus berupa krimer kental manis. Pas untuk menambah rasa manis. Tanpa krimer kental manis, rasa manis akan terasa samar-samar. Dan berhasil tetap mempertahankan rasa khas kacang merah.

    Melon Bingsu (10/10)
    Tak terbayangkan sebelumnya, mangkuk es adalah buah melon sungguhan. Bagian tengah melon dikerok untuk diisi dengan es dan 1 scoop es krim vanila. Buah yang sudah dikerok kemudian dibentuk menjadi bola. Diletakkan di pinggir mengelilingi melon. Tidak seperti Injeolmi Bingsu, menu ini cenderung lebih minimalis toppingnya. 
    Biar sesuai dengan judul, sausnya berupa saus melon. Manisnya pas, tidak membuat es menjadi kemanisan.
    Selesai makan es, bisa minta bagian melon yang tersisa untuk dikerok semuanya. Dapat tambahan es pula.

    Ukuran per porsi sangat besar. Sangat cocok untuk dibagi rame-rame.

    Agar selaras dengan konsep, maka lagu Kpop diputar menyemarakan suasana. Sayangnya, lagu yang diputar cenderung asal pilih. Diantara lagu-lagu yang dirangkum dalam sebuah playlist, terselip beberapa lagu Girl Crush (seperti Sheesh misalnya) yang kurang cocok dengan image dan konsep cafe.

    Sendok dengan bentuk cantik sangat sesuai dalam membangun identitas. Ada kalanya unsur fungsionalitas perlu diutamakan. Sendok berbentuk hati sangat sulit digunakan untuk menyendok bagian dekat dasar mangkok. Sebaiknya gunakan sendok dengan bentuk hati di bagian ujung atas. Ironis sebenarnya, karena elemen yang lain seperti perabotan seperti meja serta kursi, dan wc tidak mengorbankan unsur fungsionalitas.

    Pesan orderan hanya dapat dilakukan di kasir. Agak merepotkan bila ada yang lewat karena area dekat kasir sangat sempit. Kabar baiknya, daftar menu ditempel di meja, jadi tidak perlu berjibaku membuka buku atau melihat hp. Tinggal menyebutkan menu apa yang hendak dipesan.
    Berlokasi di area keramaian, maka parkir agak sulit dicari. Terutama pada saat weekend.

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!




  • 4.6  
    Taralle Bakery & Cafe [ Kota Baru Parahyangan, Kafe,Toko Roti dan Kue ]

    Berpadu

    Taralle cabang KBP sebenarnya juga mirip dengan Paskal 219. Bedanya area gerai lebih kecil. Jenis menu yang ditawarkan juga ada yang sama (beberapa brand absen), dalam tiga brand berbeda. Tiga brand tersebut berupa Taralle, Pempek Madame Juvi, dan Kemangi Indonesia. Karena itu, menu sangat beragam.

    Tempat duduk tersedia di semua lantai. Khusus lantai 2 dan lantai 3 lebih terdapat lebih banyak tempat duduk. Di lantai 3 ada live music pada sore hari. Tidak diketahui secara jelas apakah program live music diadakan setiap hari atau hanya khusus setiap weekend saja.

    Pempek Lenjer (9/10)
    Berhubung belum yakin dengan rasa pempek, maka hanya pesan lenjer saja untuk tes. Hasilnya lebih enak dari yang dikira. Pempeknya empuk dan legit. Gorengan juga tidak berminyak.
    Setiap porsi disajikan bersama soun, potongan timun, dan 2 jenis cuko. Tingkat kekentalan cuko tidak konsisten. Versi tidak pedas sangat encer, sebaliknya versi pedas cenderung kental.
    Porsi menu tidak besar, cocok untuk disajikan kudapan.

    Nasi Daun Jeruk Komplit (9/10)
    Rasa nasi adalah wangi daun jeruk dan gurih santan. Walaupun tidak terlalu tajam rasanya, namun tidak tampil secara samar-samar.
    Lauknya beragam dan komplit, ada ayam ungkep goreng, tahu goreng, tempe goreng, urap (kelapanya agak pedas), dan sayur asem.
    Diluar dugaan, kuah sayur asem tidak ada rasa asam sama sekali. Hanya rasa manis yang dapat dirasakan di lidah.
    Porsi menu cukup besar.

    Nasi Tutug Oncom Komplit (9/10)
    Lauknya sama persis dengan menu Nasi Daun Jeruk Komplit. Begitu pula dengan sambal Bedanya kali ini nasi diganti menjadi nasi tutug oncom. Oncomnya banyak, plus ada rasa pedas. Oh iya, ada cumi asin.
    Porsi menu cukup besar.

    Chocolate Nutella Pancake (9/10)
    Ukuran pancake sangat besar. Pancake cukup padat.
    Menu disajikan bersama selai cokelat, es krim vanila, dan potongan strawberry.

    Night in Paris (9/10)
    Aromanya sangat relaxing, dengan rasa mint yang mendominasi minuman. 
    Teh disajikan dengan gelas berukuran kecil.

    Secara umum, rasa masakan tidak terlalu asin.

    Akses menuju lantai 2 dan lantai 3 menggunakan tangga. Toilet tidak tersedia di lantai 3.

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!




  • 3.8  
    Bakso Solo Samrat [ Burangrang, Indonesia ]

    Bakso Solo dengan Identitas Tersendiri

    Bakso Solo Samrat sudah lama eksis, namun baru hadir di Bandung pada tahun 2024. Meski tidak 100% autentik, namun rasanya cukup unik. 

    Terdapat aneka ragam menu bakso yang ditawarkan. Selain bakso, ada dessert juga. Tak banyak pilihan bagi yang ingin diluar bakso dan dessert.

    Menu bakso disajikan dengan 1 lembar pangsit goreng, mie kuning, soun, daun bawang, dan bawang goreng. Lalu bagaimana dengan item kondimen bakso? Khusus item seperti kecap, garam, dan sambal disediakan di meja masing-masing. Ada beberapa jenis sambal yang disediakan. 

    Bakso Isi Daging (9/10)
    Kuah Bakso cenderung keruh tapi bumbunya terasa kuat. Kuah memang terasa berat karena itu, meski tidak sampai meninggalkan aftertaste eneg. Jika diperhatikan dengan seksama, karakter rasa kuah mirip dengan Coto Makassar.
    Bakso full daging, padat, dan renyah. Terasa rasa khas dari bakso yang tidak pasaran. Terdapat kesamaan dalam hal rasa khas dengan Baso Yen. Terdapat cincangan daging didalamnya. Ukurannya juga besar.

    Bakso Biasa (9/10)
    Menu sama seperti di atas, bedanya bakso isi daging diganti dengan bakso sapi biasa.

    Menu dessert agak melenceng dari identitas menu utama. Menu dessert yang ditawarkan justru adalah menu khas Makassar dan Manado. Wajar, karena pemiliknya berasal dari Manado (nemu fakta ini dari majalah BCA Prioritas)  . 

    Es Kacang Brenebon Susu Alpukat (8.5/10)
    Baik kacang dan alpukat kualitasnya bagus. Tampak fresh.
    Susu di menu ini adalah krimer kental manis rasa cokelat. Sayangnya, porsinya terlalu banyak hingga menenggelamkan rasa kacang itu sendiri. Pada akhirnya, kacang terasa seperti makan cokelat. Walaupun krimer kental manis diberikan sangat banyak, tingkat kemanisan masih dapat diterima oleh semua kalangan.
    Porsi es sangat besar. Untuk 1 orang rasanya terlalu banyak.

    Karakter rasa kuah bukan tipe yang bisa cocok untuk semua orang. Warna keruh dan rasa kuah yang berat mungkin bisa menyebabkan beberapa orang enggan balik lagi.

    Harga lumayan mahal untuk ukuran penjual bakso ala warung. Sebanding dengan porsinya yang besar. Sayangnya, kebersihan tempat makan tidak mencerminkan harga jual menu. Area semi indoor plus (bagian depan terbuka lebar) tanpa smoking area. Jika kurang beruntung bisa duduk bersebelahan dengan orang merokok. Kebersihan perlu ditingkatkan. Saat mencari tempat duduk, sempat menemukan kursi dalam keadaan kotor. Terdapat sampah di sudut lantai. Dan dibiarkan kotor. 

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!




  • 4.6  
    Bakmie Ayam 58 [ Dalem Kaum, Indonesia ]

    Terlalu Memaksakan Diri

    Bakmie Ayam 58 memiliki cabang di Dalem Kaum. Konsepnya sendiri adalah ala kopitiam dan retro. Dari segi tempat sudah sesuai dengan konsep. Begitu pula dengan menunya. Hanya saja, dalam hal rasa, jelas Bakmie Ayam 58 terlalu memaksakan diri untuk mengusung konsep kopitiam.

    Terdapat area indoor dan outdoor. Baik area indoor dan outdoor memiliki kapasitas tempat duduk yang sama banyaknya.

    Bakmi Ayam Jamur (8.5/10)
    Bumbunya cukup kentara, tidak sekadar rasa asin saja. Ayam dan jamur berlimpah.
    Bakso full daging, meski rasanya standard. Pangsit terbuat dari udang.
    Porsi mie standar tipikal mie pada umumnya.

    Bakmi Kalong Ayam Jamur (8.5/10)
    Sama seperti menu di atas. Bedanya kali ini mie dibuat menggunakan charcoal. Tidak ada perbedaan rasa sama sekali. Tak terasa wangi atau rasa charcoal sama sekali.

    Nasi Goreng Hongkong (7/10)
    Isi lauk banyak. Begitu pula dengan porsi yang besar.
    Bumbu nasi goreng rasanya biasa saja.

    Egg Tart (7/10)
    Pastry mudah hancur, sayangnya. Fillingnya banyak dan lumayan enak, namun ternodai dengan adanya bagian yang gosong.
    Saat disajikan ke meja, terlihat dengan sangat kentara egg tart overcooked. Bagian yang overcooked adalah bagian atas. Rasa pastry tidak terpengaruh, namun bagian atas Egg Tart sedikit gosong. Sungguh disayangkan, karena Egg Tart dipanggang dalam skala besar. 

    Original Vanilla Choux (8.5/10)
    Choux versi Bakmie 88 disajikan dalam ukuran besar. Di atas rata-rata kue soes pada umumnya. Chouxnya sendiri empuk.
    Filling berupa vla, bukan krim. Kental dan tidak pelit. Wangi vanila dalam kadar yang tepat. Vla tersebut menjadi elemen terkuat pada menu ini.
    Sedikit berbeda, pada bagian atas choux ditaburi gula halus. Ada rasa manis-manis di bagian atas

    Teh Tarik (Ice) (7/10)
    Aftertaste teh agak aneh. Selain itu, terlalu manis.

    Menu diluar bakmi (kecuali Choux, termasuk lumayan) perlu diimprove. Belum bisa mengimbangi rasa bakmi. 
    Walaupun Bakmie Ayam 88 cabang Dalem Kaum menempati rumah tua, tak ada kesan angker atau suram karena area restoran tampil dengan pencahayaan terang benderang dan terjaga kebersihannya. Jadi bisa makan dengan tenang.

    Parkir di pinggir jalan karena area parkir yang tersedia terbatas khusus untuk sepeda motor saja.

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!




  • 3.8  
    Qaca [ Gatot Subroto, Kafe ]

    Upaya Diversifikasi yang Belum Pada Jalan yang Tepat

    Pemilik Qaca Coffee mencoba sesuatu yang berbeda. Walaupun kafe berada di atas showroom mobil bekas plus bengkel, kafe dibuat seolah tidak berhubungan dengan showroom. Kesan yang didapat adalah kafe dengan desain minimalis.

    Kafe berada di lantai dua. Memasuki gedung, pengunjung perlu naik tangga atau naik lift untuk menuju ke kafe. Terdapat beraneka ragam pastry, cake, dan kue yang dipajang. Cukup mencolok karena area kue tampil dengan penerangan yang terang benderang. Kontras dengan area makan yang tampak lebih gelap.

    Saat itu mencoba dua kue. 

    Strawberry Pistachio (9/10)
    Sekilas tampak tidak nyambung, namun sebenarnya strawberry hanya sebatas tampil sebagai "garnish".
    Kuenya padat dan krimnya tebal. Namun tidak terasa eneg karena rasanya tidak berat. Rasa pistachio tidak terlalu pekat.

    Ham & Cheese Croissant (9/10)
    Adonan croissant lebih asin jika dibandingkan dengan di tempat lain. Meski asin, tidak berakhir menyebabkan merusak rasa. Malah pas dengan tambahan ham dan keju.

    Caesar Salad With Grilled Chicken (5/10)
    Porsi sayur tergolong minim. Kontras dengan keju dan daging yang malah lebih banyak porsinya. Alhasil, salad menjadi terasa berat. Malah bisa bikin eneg karena habis makan banyak keju.
    Rasa daging sangat datar.

    Spaghetti with Truffle Mushroom (8/10) Pasta dengan sentuhan truffle oil. Itu saja.

    Nasi Goreng Qaca (7.5/10)
    Walaupun disebutkan ada buntut, namun tak terlihat buntut sama sekali di dalam nasi goreng. Tak terlihat ada eksistensi buntut baik dari segi fisik maupun aroma.
    Bumbu nasi goreng terasa ada sedikit pedas. Biasa saja rasanya.
    Nasi goreng disajikan dengan telur mata sapi, kerupuk, dan acar. Porsi nasi goreng cukup besar.

    Menu yang tergolong enak hanyalah produk cake dan pastry. Menu main course biasa saja. Kurang cocok untuk makan berat. Sayang sekali, misi untuk diversifikasi usaha tidak sesuai harapan di mata konsumen.

    Pengunjung bisa melihat aktivitas servis dari bagian belakang melalui kaca. Seru kan? 

    Tersedia private area bagi yang hendak mengadakan acara di Qaca.

    Harga per orang: Rp. 50.000 - Rp. 100.000
    Makasih Infonya!